Andalusia Pusat Revolusi Pertanian Islam

Pada abad ke-12, Andalusia menjadi salah satu pusat revolusi pertanian di dunia Islam. Cuaca yang sejuk serta tersedianya sumber air berlimpah, menjana pengembangan bidang pertanian. Perekonomian pun semakin tumbuh pesat. Banyak ahli pertanian muncul di Andalusia.

Mereka meneliti, mengkaji, dan mempraktikkan serangkaian inovasi untuk memajukan teknik-teknik pertanian. Ibnu al-Awwam, misalnya, menjelaskan kaedah canggih untuk mempercepat pohon untuk menghasilkan buah-buahan, termasuk cara penyimpanan buah dan sayuran segar. Tokoh ini juga memperkuat teknik pembuatan gula ara yang diaambil dari India dan Cina.

Tumbuhan buah ara yang awalnya dibawa oleh pedagang Muslim, yang memiliki kadar gula tinggi, dapat diawetkan dengan dikeringkan di bawah sinar matahari serta menjadi bahan pemanis minuman atau makanan. Untuk mengelak musim kering, ilmuwan Spanyol memperoleh pengetahuan mengenai teknik penyaluran air.

Antara lain, sistem sungai, perairan, mahupun perigi buatan. Sebelumnya, saluran air sudah ditemukan di Irak dan Persia. Di Andalusia, air berlimpah diperlukan pada tanaman tebu. Potensi besar dari bidang pertanian membuat Andalusia, seperti juga Irak dan Mesir, kaya dengan beragam jenis tanaman.

Dari India dan Melayu, para petani Andalusia diperkenalkan dengan tumbuhan padi, gandum keras, lemon, dan banyak lagi. Adapun dari Irak hadir tanaman kurma, serta rami. Michael Postan, yang menulis The Agraria Life of the Middle Ages, menyebutkan, umat Islam mencapai kejayaan yang tinggi melalui pertanian.

Mereka bukan hanya meneruskan tradisi pertanian pada era Romawi kuno, namun mengembangkannya dengan teknik-teknik mutakhir yang membawa pertumbuhan ekonomi. Kunci kejayaan pertanian umat Muslim kerana perancangan yang kemas dan baik.

Ada persediaan yang harus dilakukan sebelum membuka tempat pertanian, mulai dari penyelidikan jenis tanah, mencari tanaman yang sesuai dengan jenis tanah, pembangunan saluran air, dan lainnya. Begitu pula kaedah tanaman menjadi perhatian penting, bahkan pengelolaan pasca tanam dipikirkan secara matang,’’. (republika.co.id)

 

No Comments

    Leave a reply