Apabila Doa Umat Nabi Musa Tidak Dikabulkan

Suatu ketika Nabi Musa melihat seorang lelaki dari umatnya yang sedang merintih dan berdoa. Dia terlihat begitu khusyuk dan berdoa kepada Allah yang maha kuasa. Melihat lelaki tersebut, sang nabi merasa iba sehingga berkata:

يا ربي لو كانت حاجته بيدي لقضيتها

“Wahai Tuhanku andai saja aku berkuasa memenuhi permintaanya. Tentu akan kukabulkan,” gumam Nabi Musa.

Tak berapa lama kemudian, Allah mewahyukan sebuah khabar yang mengejutkan. Wahyu tersebut berkata:

يا موسى إن له غنما و إن قلبه عند غنمه و أنا لا أستجيب دعاء عبد يدعوني و قلبه عند غيري

“Wahai Musa, sesungguhnya ia memiliki  seekor kambing. Dan Sungguh, (ketika berdoa) hatinya terpaku terhadap kambingnya. Dan Aku (Allah) tidak akan mengabulkan doa seorang hamba yang meminta kepadaku, sedang hatinya terpaku pada selain diri-Ku.”

Betapa Allah maha mengetahui segala sesuatu. Ya, lelaki yang dipandang Nabi Musa telah berdoa dengan setulus hati dan sepenuh jiwa. Ternyata di mata Allah ia tak ada bermakna. Sebab dalam hatinya, memikirkan perkara dunia iaitu kambing yang ia miliki. Maka, atas dasar itulah doanya tak dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Kemudian setelah menerima wahyu tersebut, Nabi Musa segera mengkhabarkannya kepada lelaki tersebut. Maka bergegaslah lelaki itu untuk kemudian melupakan seluruh perkara duniawi dan kemudian berdoa kepada Allah dengan sepenuh jiwa. Hingga akhirnya Allah pun mengabulkan doa hamba tersebut.

Melalui kisah tersebut, betapa berharga pelajaran yang kita dapat. Kesungguhan berdoa baik dari segi zahir mahupun batin sangat penting sebagai modal utama demi tercapainya doa. Allah tidak akan mengabulkan doa seorang hamba sedang hatinya terpaku kepada selainNya. Semoga kita selalu diberi kekuatan dalam meraih khusyuk ketika berdoa. (Ulin Nuha Karim).

Kisah ini disarikan dari kitab Risalah Nawadirul Hikayah karya Syaikh Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qulyubi halaman 21. 

Dipetik dalam www.nu.or.id

No Comments

    Leave a reply