Bahaya Gadget pada Anak Usia Dini

Akhir-akhir ini, di tengah dunia yang yang sedang dalam kehidupan era modern, yang mana dari kalangan manusia tak bisa terlepaskan dengan teknologi yang ada. Teknologi tersebut yang bertujuan untuk mempermudah dari pekerjaan manusia. Sayangnya, penggunaan teknologi pada saat ini mulai digunakan oleh anak-anak usia dini, dan hal itu sangat membahayakan bagi dirinya. Yang seharusnya pada usia-usia tersebut digunakan untuk bermain, mengembangkan bakatnya malah terhambat oleh teknologi tersebut, khususnya dengan gadget.

Memang disatu sisi ada beberapa manfaat bagi anak yang sejak dini sudah berkenalan dengan gadget. Paling tidak sejak awal anak sudah familiar dengan teknologi dan bisa mengetahui wawasan dunia yang telah ada.

Kemudian beberapa vendor sudah membuat aplikasi game yang khusus untuk mengasah daya fikir anak, seperti puzzle, game kata dan game sejenisnya. Anak-anak yang senang bermain game gadget juga akan lebih betah di rumah, hal ini akan menguntungkan orang tua yang mempunyai kesibukan. Dan di daerah yang rawan pencilikan anak, dengan berkomunikasi HP akan cukup membantu orang tua untuk mengawasi anaknya.

Tapi di sisi lain, pemakaian gadget sejak usia dini membawa dampak negatif bagi anak-anak, baik bahaya yang langsung kelihatan maupun bahaya yang dampaknya jangka panjang. Dari pemakaian gadget usia dini akan berresiko terkena radiasi elektromagnetik. Berbeda dengan tubuh orang dewasa, tubuh anak-anak terutama anak yang berusia di bawah lima tahun sangat sensitif terhadap bahaya resiko dari lingkungannya.

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak disarankan untuk terpapar radiasi elektromagnetik jangka lama. Oleh karena itu, jika anak-anak yang masih pada usia perkembangan jika sudah dihadapkan dengan dengan radiasi elektromagnetik akan berakibat perkembangan kognitif pada anak berjalan lambat, anak susah berkonsentrasi dan akibat negatif lainnya.

Kemudian gadget akan mengakibatkan kemampuan psikomotorik pada anak berkurang. Yang semestinya usia anak-anak adalah usia untuk mengeksplor seluruh bakat psikomotorik yang dimilikinya, seperti menggambar, bernyanyi, bermain bersama teman sebaya dan juga melakukan kegiatan-kegiatan yang lainnya. Saat anak melakukan kegiatan fisik seperti ini, sejumlah kemampuan lain juga akan diasah sekaligus. Seperti saat anak menggambar, maka dia juga akan mengembangkan otak kanannya. Saat dia bermain dengan rekan sebayanya, maka anak juga akan mengasah dalam hal keterampilan bersosialnya.

Ketika pada masa usia anak-anak sudah dibiasakan bermain gadget juga akan mengakibatkan kesulitannya di dalam beradaptasi dengan materi pelajarannya. Aplikasi-aplikasi dan sistem operasi pada gadget menyajikan interaksi multimedia yang memikat. Permainan yang sudah berwarna, animasi serta suara yang membuat anak betah berlama-lama di depan layar gadget.

Pada saat masa sekolah tiba, anak yang terbiasa berinteraksi dengan gadget akan menemui kesulitan untuk menyerap materi pelajaran sekolah yang cinderung statis. Teks hiam putih, tanpa animasi dan tanpa suara, apalagi berhadapan dengan guru yang kurag lihai mengemas pelajaran menjadi menarik. Hal ini bisa menurunkan minat belajar pada anak.

Selain itu, anak-anak yang sudah terbiasa dengan gadget akan membuat dirinya kecanduan terhadap fitur-fitur dan isi lainnya dari gadget yang menarik. Walau bahaya kecanduan lebih sering terjadi pada pengguna gadget yang usianya lebih dewasa, orang tua harus tetap berhati-hati terhadap resiko kecanduan gadget pada anak-anak. Ada kemungkinan jika tanpa pengawasan orang tua, akan membuat anak kecanduan terhadap gadget yang dimilikinya.

Oleh karena itu, penulis menghimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi pada anak-anaknya, terkhusus yang diusia dini. Karena jika anak sudah dibiasakan dengan teknologi gadget akan membuatnya kecanduan sehingga lupa akan suatu masa-masa keemasan pada dirinya.

Yang seharusnya pada usia-usia tersebut digunakannya untuk melatih perkembangan pesikomotoriknya, malah tertunda akibat gadget yang dimilikinya. Waktu-waktu yang seharusnya untuk belajar malah sia-sia digunakan untuk permainan. Maka untuk mencegah hal-hal itu terjadi, orangtualah yang berperan penting untuk meraih kesuksesan dari cita-cita anaknya.

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply