GEREJA-GEREJA DI JERMAN SEMAKIN KEHILANGAN JEMAAH

BERLIN :Dua organisasi gereja terbesar di Jerman, Katolik dan Protestan, semakin kehilangan jemaahnya. Bahkan jumlah pelajar dari fakulti teologi di pelbagai university di Jerman mengalami penurunan peminat.

Selain dari pada itu, gereja Katolik Jerman kini kehilangan hampir 180.000 ahli jemaahnya pada tahun lepas. Gereja Protestan di Jerman juga mengalami hal yang sama, walaupun penurunannya tidak sebanyak jumlah penganut Katolik.

Dengan berkurangnya jumlah bilangan tersebut, organisasi gereja semakin berkurang pendapatannya. Kerana di Jerman, orang yang menjadi ahli gereja, juga perlu membayar cukai gedung gereja samaada dia kaya atau miskin. Bagi mereka yang mempunyai pendapatan lebih,jumlah yang harus dibayar mencapai ratusan Euro setiap tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, ramai orang yang keluar dari ahli gereja akibat sejumlah besar kes penyalahan seksual oleh para pendeta dan pekerja organisasi gereja yang terbabit.Gereja Katolik di dakwa skandal berjumlah sangat besar dan semakin menjadi sasaran kritik.

Menurut statistic, Bilangan ahli jemaah yang keluar dari gereja Katolik meningkat pada pertengahan tahun 2013. Bayaran pembangunan rumah baru uskup(paderi) di daerah Limburg jadi berita terhangat. Awalnya hanya empat juta Euro sahaja setiap tahunnya, kemudian bertambah menjadi lebih dari 30 juta. Ketika tekanan makin besar, Uskup Franz-Peter Tebartz-van Elst memohon mengundurkan dirikepada Paus di sebabkan banyaknya isu-isu yang ada dan banyak ahli dari mereka tidak percaya lagi kepada gereja Katolik di Jerman.

Selebihnya, Dua organisasi gereja terbesar di Jerman mengalami masaalah yang sama. Jumlah pelajar fakulti teologi juga semakin berkurang. Yang ingin menjadi imam Katolik juga semakin sedikit. Misalnya gereja Katolik, jumlah imamnya sekarang berkurangdibanding tahun 1995. Tetapi jumlah pekerja perkhidmatan babtis (iman) yang tidak memiliki permit rasmi terus bertambah.

Kini , semakin banyak komuniti gereja yang hadapi kesukaran untuk terus wujud. Kedua organisasi gereja tersebut masih mempunyai 45.000 buah cawangan gereja di Negara itu. Sejumlah besar komuniti besar tersebut terpaksa digabungkan dalam beberapa tahun terakhir. Anggota gereja Katolik Sankt Gertrud di Köln misalnya, sudah disatukan dengan tiga gereja lainnya. Sedangkan banyak bangunan gereja sudah tidak digunakan lagi untuk beribadat.

Dalam pengurusan bangunan gereja memerlukanperbelanjaan besar, terutama jika harus di ubahsuai. Pakar memperkirakan, hampir 10% bangunan gereja harus dijual. Gereja Martini di Bielefeld misalnya, sejak 2005 telah di ubahsuai menjadi restoran. Balkoni di dalam gereja yang menjadi tempat organ juga berubah fungsi jadi bilik untuk tetamu khas gereja.

Banyak orang yang tidak merasa memperolehi impak apa pun dari gereja dan kini mulai mencari agama lain. Misalnya David Stang. Ia dulunya penganut Katolik, bahkan dulu ia aktif dan jadi putera altar. Dan ia sekarang telah memeluk Islam dan merasa menemukan erti hidup terhadap  dirinya sendiri.

Petikan: www.arrahmah.com

#Tanwir: Islam Di Eropah Semakin Meningkat

No Comments

    Leave a reply