INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM?

Kita  tidak dapat memutlakkan begitu saja sebutan “bukan negara islam” terhadap negara Indonesia.

Mengapa demikian?

Kerana hukum Indonesia menurut penilaian saya seperti negara-negara Islam lainnya selain Saudi Arabia. Mereka berhukum dengan hukum yang hamper sama, undang-undang buatan manusia. Akan tetapi  kami hendak mengajak saudara sekalian untuk teliti dalam menggunakan istilah dan memahami suatu negara.

Diantara kekeliruan yang tersebar saat ini adalah tersebar begitu saja bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di majoriti negara Islam saat ini adalah hukum liberal atau bukan hukum Islam.

Bila anda katakana hukum yang berlaku di Indonesia, Mesir, Aljazair adalah bukan  hukum  Islam, ini keliru. Kecuali bila anda katakana majority hokum negara adalah bukan syariat islam, maka ini baru tepat. Adapun menyebut begitu saja hokum negara bukan hukum Islam ini keliru.

Mengapa?

Kerana pernyataan seperti ini akan memunculkan presepsi bahwa pemimpin negeri tersebut adalah kafir dan negara tersebut adalah negara kafir harbi yang boleh diperangi. Padahal pemimpinnya masih muslim, dia masih sholat, syahadat, puasa, memerintahkan tauhid di sekolah-sekolah melalui buku-buku kurikulum walau masih global, beriman pada 6 rukun iman; Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, memerintahkan kepada akhlak-akhlak islam, membangun masjid, berpuasa ramadhan, mengatur proses haji dengan sistem yang profesional.

Ini semua sesungguhnya bahagian dari Islam..!

Oleh kerananya kami menghibau untuk teliti dalam menggunakan istilah. Jangan terpengaruh dengan eforia perasaan kelompok-kelompok pergerakan yang mensifati begitu saja negara Islam dengan negara bukan Islam disebabkan negara tersebut tidak berhukum dengan hukum Islam.

Lebih tepat kita katakan “tidak berhukum dengan hokum islam pada majoriti keadaan (atau minoriti keadaan)”.

Ada pun menyebut begitu saja istilah “bukan negara islam” ini tidak tepat. Ini maknanya negara tersebut adalah negara kafir harbi.  Tentu saja keliru. Negara  tersebut adalah negara  Islam, namun ada kekurangan yang dalam penerapan hukum  Islam.

Pemahaman ini hendaknya kita pahami dengan baik..
Kerana kita dapati syiar-syiar islam tersebar di negara-negara tersebut dan negara ikut menyemarakkan. Adapun terkait ada sesuatu yang tersembunyi maka ini pembahasan lain. Yang menjadi rujukan penilaian adalah keadaan dzohir dari suatu negara.

Lebih tepatnya, seperti  Indonesia, Maroko, Aljazair adalah negeri Islam, namun masih kurang dalam menerapkan syariat Islam.

Wallahua’lambisshowab.

Sumber artikel Muslim.or.id

No Comments

    Leave a reply