Islam Nusantara dan Cara Dakwahnya

Gagasan Istilah Islam Nusantara muncul pada saat pembukaan Istighasah menyambut ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, Minggu (14/06) di Masjid Istiqlal  Jakarta. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara.

Memandang munculnya Islam Nusantara, ada beberapa kelompok yang pro dengan adanya Islam Nusantara dari pihak itu berusaha mengembangkan pemikiran yang berbasis Islam Nusantara, dan ada juga kelompok yang kontra dengan Islam Nusantara, karena mereka menganggap kedatangan Islam Nusantara adalah agama lain yang berbahaya dan ingin merusak agama Islam itu sendiri.

Ada beberapa pemikiran tentang munculnya Islam Nusantara, diantaranya adalah Islam Nusantara bermakna metodologi dakwah. Berbagai definisi dan batasan dari pihak yang mengatakan seperti itu. Islam Nusantara adalah Islam yang Ahlussunah wal jama’ah An-nahdliyah. islam yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan madzhab, firqah, atau aliran baru. Islam Nusantara adalah keistimewaan Islam yang ada di negeri ini dengan toleransi yang sudah nyata ada di Nusantara.

Ciri-ciri ajaran Islam Nusantara

Ciri has dari orang nusantara dengan islamnya, yaitu keislamannya melebur secara harmonis dengan budaya nusantara yang tidak bertentangan syari’at. Adat istiadat, tradisi yang tidak bertentangan dengan batas-batas agama Islam. Itu menandakan bahawa  dakwah Islam Nusantara diperbolehkan untuk bedakwah sedemikian rupa untuk Islam di Bumi Nusantara.

Dalam perjalanan dakwah yang ada di Nusantara terbukti mampu dan memberi perubahan. pengaruh dari dakwahnya dapat merubah budaya lokal dengan damai tanpa konflik dan diiringi dengan toleransi. Mulai dari dulu kita diajarkan untuk menjadi orang yang anti kekerasan. Islam menyebar di Nusantara karena dulu para ulama’ berintraksi dengan kebaikan, penuh dengan keberkahan,

Membahas lebih khusus tentang Islam Nusantara. Islam yang di  dalamnya terdapat pemahaman, pengalaman dan penerapan Islam dalam segmen fiqih mu’amalah sebagai hasil dari menyatukan hukum dari nash, syariat, uruf, budaya dan realita yang ada di Bumi Nusantara.

Banyak dakwah yang ditolak oleh orang-orang karena hukum yang didakwahkan. Ditemukannya kecacatan yang mereka dakwahkan membuat anggapan bahwa dakwah yang dibawanya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi pada zaman sekarang, maka dari itu Islam Nusantara mempunyai cara tersendiri dalam berdakwah untuk menyesuaikan dengan keadaan atau zaman tertentu.

Dari pandangan itu penting sekali menyesuaikan dakwah dengan situasi dan kondisi. Dakwah itu akan merasa diinginkan oleh orang lain ketika mampu untuk menyesuaikan dakwah dengan situasi dan kondisi. Hal itu akan membangun perasaan untuk mengikuti dakwahnya.

Selain menyesuaikan dengan situasi dan kondisi juga harus menyesuaikan dengan budaya, adat istiadat dan agama. Siapapun yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dapat mempersepsikan diri sendiri secara apa adanya sesuai realiatas.

Dengan itu semua akan merasakan rasa harmonis tanpa ada perdebatan sesudah menyesuaikan dengan keadaan. Begitu juga dengan dakwah Islam yang dapat menyesuaikan, disitu akan menemukan efektifitas dakwah yang sebenaranya.

Cara Dakwah Islam Nusantara

Dakwah Islam Nusantara menyerap masyarakat dari aspek semangat kultural masyarakat. Dulu masyarakat yang masih identik dengan kebudayaan hindu dan budha. Dari dakwah Islam Nusantara berdakwah melalui kebudayaan yang ada dan kesenian dari masyarakat itu sendiri. Dari dakwah itu Islam Nusantara mempunyai perinsip untuk tidak mempertahankan kebudayaan yang dulu, sehingga dakwah dari tokoh-tokoh Islam Nusantara gampang masuk dan mempengaruhinya.

Islam Nusantara yang mempunyai cara dakwah demi kemaslahatan, bukan bermaksud mengingkari ajaran islam atau bahkan menghancurkan islam secara umum. Pada zaman milenial ini metode dakwah harus mempunyai desain dakwah yang unik. Maksudnya berdakwah dengan menyesuaikan dengan tradisi, adat, jenis pembebanan hukum, kemampuan manusia yang dari masing-masing budaya dari daerah yang berbeda.

Dakwah Islam Nusantara menggunakan pendekatan kebijaksanaan dan menyesuaikan dengan apa yang difahami oleh masyarakat luas. Rencara itu membuat masyarakat tertarik dan mempunyai minat untuk tahu lebih dalam tentang Isalam.

Islam Nusantara yang mempunyai metode dakwah sejauh ini sudah sangat membumi di nusantara. Dalam sejarahnya, negara ini sebelum diberdirikannya Islam Nusantara Sudah berjaalan di nusantara dan mampu memberi ruang harmoni antara islam yang bersifat universal dengan masyarakat nusantara yang kaya nilai-nilai hidup dan budaya di nusantara itu sendiri.

Indonesia dengan adanya beberapa tradisi, adat, jenis yang berbeda dalam dakwah keislamannya harus menyesuaikan secara secara sosial. Rasio mengatakan dakwah yang tidak menyesuaikan dengan perkembangan budaya akan terasa sedikit sulit untuk memberaikan dakwah pada masyarakat dengan kondisi sosial seperti itu.

Konsep dari pengembangan Islam Nusantara muncul dari gagasan orang yang berintelektual dan benar-benar memliki irisan yang kuat. Islam nusantara muncul dengan nilai yang diharapkan di dalamnya yaitu, tawassuth, yang dikembangkan oleh Wasathiyah dan banyak sekali nilai yang diharapkannya.

Sekarang ini kajian Islam Nusantara sudah mulai menyebar di perguruan tinggi dengan tujuan Islam Nusantara terus berlanjut dan menghasilkan penemuan-penemuan baru dan mengembangkannya.

Wallahu a’lam.

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply