Kebahagiaan Juga Kau Dapati Dengan Berlaku Sabar

 

Setiap orang menginginkan hidup bahagia. Kebahagiaan dibagi menjadi dua. Pertama adalah kebahagiaan inderawi, seperti berlimpahnya makanan yang lezat, minuman yang segar, pakaian, kendaraan, dan apa saja yang menjadi kebutuhan utama hidup kita. Di dalam hal ini kebahagiaan semacam ini bisa dirasakan baik oleh orang-orang yang beriman maupun yang tidak beriman.

Kemudian yang kedua yaitu kebahagiaan rohani, yaitu dengan bahagianya hati, lapangnya dada, pemandangan yang menyejukan mata, dan ketenangan hidup. Kalau pun saja kebahagiaan bisa dibeli dengan uang niscaya akan banyak orang-orang kaya pun akan berlomba-lomba untuk membelinya, sampai-sampai orang yang miskin pun akan berhutang untuk mendapatkannya.

Namun bukanlah demikian adanya, akan tetapi kebahagiaan ini hanya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang ia kehendaki yang mana merekalah yang berlaku taat kedapan-Nya, yang selalu ingat dan patuh atas segala apa yang Dia perintah dan juga terhadap larangan-Nya.

Salah satu cara mendapatkan kebahagiaan itu ialah dengan cara bersyukur. Karena kebahagiaan itu bukan tentang apa yang ingin kita miliki namun mensyukuri segala apa yang kita miliki atas apa yang sudah ditakdirkan kepada kita oleh Allah SWT.

Bersyukur adalah sebuah kata yang indah dan akan menjadi hal yang luar biasa jika sudah dilakukan dengan sepenuh hati serta keikhlas. Karena tidak akan ada orang yang bisa berbahagia jika ia tidak pernah bersyukur, sebab syukur merupakan syarat mutlak agar seseorang bisa berbahagia.

Rasa syukur akan menjadikan hati kita tenang, damai dan merasa  sangat bergembira atas kesempatan hidup yang tuhan berikan. Bahkan Allah SWT pun sangat menganjurkan kepada kita untuk selalu bersyukur.

Di dalam surah Al-Baqarah ayat 152:
Yang mana artinya adalah ‘’karena itu, ingatlah kamu kepadaku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadak, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku.”

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya, dan menjanjikan baginya sebaik-baik balasan yaitu bahwa Allah SWT akan mengingatnya pula, yaitu bagi orang yang ingat kepada-Nya. Dzikir kepada Allah SWT adalah puncaknya rasa syukur, oleh karena itu Allah SWT memerintahkan hal itu secara khusus, kemudian memerintahkan untuk bersyukur secara umum seraya berfirman:
‘’Dan bersyukurlah kepada Ku’’ Maksudnyaterhadap apa yang kami nikmatkan kepada kalian dengan nikmat-nikmat tersebut, dan Aku jauhkan dari kalian berbagai macam kesulitan.

Syukur itu dilakukan dengan hati berupa pengakuan atas kenikmatan yang didapatkan, dengan lisan berupa dzikir dan pujian, dan dengan anggota tubuh berupa ketaatan kepada Allah SWT serta kepatuhan terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Teman-teman apakah pernah terlintas dalam fikiran kalian bahwa sesungguhnya bersyukur itu adalah syarat mutlak untuk bahagia? Memang benar karena yang kita butuhkan untuk berbahagia adalah dengan bersyukur.

Bagaimanapun keadaan kita, jika kita bersyukur dan menghayati akan diri kita maka kita akan sadar kalau diri kita ini sangat beruntung. Karena banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita, entah itu dalam kondisi fisik, kondisi mental ataupun kondisi ekonomi.

Adapun contoh kasus tentang bersyukur, misalkan tentang sarana transportasi yang sedang kita nikmati saat ini. Apabila kita memiliki sepeda motor dan kita masih saja mengeluh akan itu. Ingatlah ada teman kita yang hanya bersepeda untuk kuliah.

Dan bahkan ada teman kita yang hanya berjalan kaki untuk kuliah, namun ia tetap bersyukur karena masih diberikan nikmat berjalan kaki karena ia sadar ada orang yang tidak bisa berjalan karena lumpuh misalnya.

Tidakkah terlintas dalam benak kita bahwa masih ada orang yang memiliki kesusahan lebih dari kita. Maka janganlah kita merasa kalau kitalah yang paling sengsara di dunia ini.

Sesungguhnya tidak ada satu hal apapun yang perlu kita keluhkan di dunia ini.
Bersyukur itu mencakup segala hal, entah itu karir, pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya. Bersyukur bukan berarti berhenti dengan apa yang sudah kita miliki, tetapi lebih ke arah ‘’terima kasih atas segala nikmat ini ya Allah SWT’’ jika aku bekerja lebih keras tentulah nikmatku akan engkau tambah.

Seperti halnya ketika mendapatkan nikmat yang berupa kesehatan, maka cara mensyukurinya menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menuntut ilmu  dan menghindarkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Ketika mendapatkan nikmat yang berupa harta benda, maka cara mensyukurinya menggunakan harta tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bermanfaat, berinfaq, bersedekah, menunaikan zakat, menjalankan haji ke Baitullah jika mampu.

Maka jika kita masih belum terbiasa untuk bersyukur maka mulailah dari hal yang kecil. Seperti misalnya kita bersyukur masih diberikan Tuhan izin untuk hidup sehingga kita bisa melihat dunia dan seisinya, agar kita sadar dan bersyukur bahwa Tuhan itu maha baik.

Sumber:Qureta.com

No Comments

    Leave a reply