Kemanusiaan Itu Dibangun Bukan Dipergunakan

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dapat berlaku untuk kelompok juga, dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Latar belakang konflik adalah adanya perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi dapat berlaku juga untuk perbedaan ciri-ciri yang dibawa kelompok kecil ke dalam kelompok besar. Interaksi bisa terjadi antar individu, individu dengan kelompok dan antarkelompok. Untuk masalah kemanusiaan, konflik yang terjadi karena perbedaan ciri-ciri yang dibawa antarkelompok dalam interaksi.

Konflik yang terjadi sekarang ini dapat diambil contoh terhadap konflik-konflik besar yang meatasnamakan bangsa atau negara maupun agama. Konflik pertama yaitu konflik Palestina-Israel, konflik ini selalu menjadi topik yang dibicarakan PBB khususnya masyarakat indonesia. Ini merupakan konflik kemanusiaan yang juga membawa perbedaan pandangan.

Bukan hanya untuk Palestina saja, namun seluruh negara jazirah arab juga kontra dengan Israel. Masyarakat indonesia sangat banyak yang menjadi relawan di Palestina guna memulihkan keadaan masyarakat palestina pasca serangan militer israel yang datang dalam tempo tertentu. Tentu miris melihat keadaan negara yang kondisinya tidak ama, masyarakatnya dalam bayang-bayang kemiskinan dan kehancuran.

Negara yang berkonflik tentu merugikan masyarakatnya sendiri seperti ekonomi yang menurun akibat kebutuhan fasilitas dan sarana perang, menurunnya jumlah masyarakat produktif akibat perang karena berpikir membela negara adalah yang terpenting dan itu pernyataan yang benar, kualitas pendidikan yang lambat meningkat akibat keadaan yang tidak stabil.

Konflik kedua yang dapat jadi contoh yaitu konflik India-Pakistan, konflik ini bermula pada thuan 1947. Beruntungnya konflik ini tidak berlangsung sampai sekarang.

Konflik ini dilatarbelakangi oleh keinginan berdirinya negara islam oleh Pakistan karena mayoritas masyaratnya muslim dan berdirinya negara hindu oleh India karena mayoritas masyarakatnya hindu. Sementara Kashmir adalah daerah tak bertuan yang akhirnya diklaim oleh kedua negara berujung konflik berdarah yang terjadi.

Konflik bukan hanya perbedaan pandangan dalam beragama. Menurut Soerjono Soeakanto, konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan disertai ancaman dan kekerasan. Hal ini menunjukkan konflik dapat menyerang manusia dalam segala aspek kehidupan.

Berkaca dengan keadaan sekarang, setiap individu akan membela saudara yang mempunyai persepsi dengan dirinya sendiri dan kurang memberikan peluang untuk memikirkan persepsi orang lain. Dampak negatifnya adalah penindasan terhadapa kelompok lain. Sungguh menyedihkan ketika dalam diri manusia kurang mengangkat rasa kemanusiaannya.

Berbicara tentang apakah konflik bisa dihindari. Dapat dimulai dari rasa ingin menguasai adalah hal yang wajib ada pada setiap individu manusia, jadi tergantung dengan individu itu sendiri bagaimana cara mengontrolnya dan mendapatkan jalan yang terbaik.

Dalam kehidupan bermasyarakat, terjadinya konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Masyarakat dan konflik selalu menjadi satu kesatuan yang akan selalu utuh. Konflik menjadi bukti eksistensi dari masyarakat sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jika ingin menghilangkan konflik maka secara otomatis stuktur masyarakat juga akan menghilang. Mengenai konflik tentu di dalam masyarakat sendiri dapat terjalin perdamaian. Dunia selalu dipenuhi dengan 2 kata berantonim yang berarti konflik dan damai juga termasuk di dalamnya.

Berbicara tentang nestapa kemanusiaan dalam konflik berkepanjangan berarti berbicara tentang dampak buruk yang terjadi dimasyarakat akibat konflik. Dampak yang pertama dirasakan adalah kehancuran rasa persatuan dan kesatuan dalam struktur kemasyarakatan. Dampak ini akan terasa terutama pada konflik yang ditimbulkan dari pertikaian antar kelompok atau golongan.

Semakin banyak jumlah individu yang terlibat dalam konflik maka dampak terhadap keretakan dan kehancuran pada persatuan dan kesatuan juga akan semakin besar. Hal yang paling krusial adalah terancamnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa. Faktanya bahwa kondisi ini dapat terjadi pada semua negara majemuk termasuk Indonesia. Isu keberagaman, agama dan akibat konflik sara , penyebab konflik sara merupakan sesuatu yang sangat sensitif.

Dampak yang merugikan bagi masyarakat yang berkonflik adalah tentu jatuhnya korban jiwa serta juga kerugian harta dan benda. Konflik yang pada awalnya kecil kemudian menjelma menjadi konflik besar yang menyebabkan beberapa pihak menghalakan jalan kekerasan demi mencapai tujuan.

Banyak sudah contoh konflik yang memakan banyak korban jiwa seperti konflik Palestina-Israel dan India-Pakistan. Bukan hanya pihak militer yang terlibat tapi semua lapisan masyarakat sipil dapat menjadi korban dari konflik yang berkecamuk. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil terdorong dan larut dalam pertikaian.

Konflik yang berkepanjangan juga akan dapat menganggu jalannya roda pemerintahan. Pemerintah akan disibukkan oleh konflik yang terjadi dan fokus dengan hal itu agar konflik selesai sesegera mungkin.

Fokus pemerintah akan mengganggu kegiatan lainnya. Padahal pemerintah melakukan hal ini karena adanya kritik masyarakat agar pemerintah mengambil sikap terhadap konflik yang berlangsung. Hal yang perlu dihindari adalah terlalu menyalahkan pemerintah pasca selesai konflik seperti menganggap pemerintah kurang memikirkan hal lain selain konflik seperti ekonomi dan pendidikan.

Dampak negatif konflik yang berikutnya ialah, terganggunya stabilitas ekonomi. Penyebab utamanya ialah bahwa pada wilayah yang berkonflik maka transaksi perekonomian tidak akan beejalan sebagaimana mestinya.

Mengingat ketidakstabilan keamanan dan bisa menyebabkan pecahnya kerusuhan kapan saja. Setiap orang akan membatasi diri untuk beraktifitas di luar rumah, minat belanja, rekreasi dan aktivitas lainnya akan turun secara drastis. Keuangan negara juga akan dititikberatkan pada memodalkan penyelesaian konflik. Pada akhirnya perekonomian sebuah wilayah akan benar-benar mati jika konflik tidak segera di tangani.

Pada akhirnya semua dampak akan berpengaruh pada individu sendiri. Dampak yang paling akan dirasakan oleh individu yang berkonflik adalah tentunya adanya perubahan kepribadian. Dalam hal itu, seorang individu yang terlibat konflik akan mempengaruhi psikologis dan sifatnya. Dimana menjadi sedikit arogan dan emosional.

Pada dasarnya individu yang terlibat konflik akan merasa harus menjadi pihak yang paling benar dan memenangkan konflik. Karenanya tidak jarang menghalalkan segala cara agar dapat mencapai tujuan tersebut. Hal ini tentu saja dapat merubah kepribadian individu secara drastis.

Individu yang merasa menang akan mendominasi dan mengancam individu yang kalah, berlaku juga untuk kelompok. Perubahan individu ini sangat mengkhawatirkan untuk kehidupan dalam bersosial.

Kesimpulannya, konflik tidak bisa dihindari karena sifat bertentangan atau berlawanan adalah hakikat pada diri manusia. Pada diri manusia juga memiliki kebutuhan akan perdamaian. Konflik sangatlah merugikan dalam segala aspek kehidupan. Jadikan pribadi menjadi individu yang baik yang menjunjung toleransi dan menginginkan kesejahteraan. Kemanusiaan itu dibangun bukan dipergunakan.

 

Sumber : qureta.com

Tags: ,

No Comments

    Leave a reply