Kisah Doa Abu Hurairah Diamini Nabi Agar Tidak Mudah Lupa

ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺟﺎء ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻓﺴﺄﻟﻪ ﻋﻦ ﺷﻲء، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺯﻳﺪ: ﻋﻠﻴﻚ ﺑﺄﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻓﺈﻧﻪ ﺑﻴﻨﺎ ﺃﻧﺎ ﻭﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻭﻓﻼﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﺫاﺕ ﻳﻮﻡ ﻧﺪﻋﻮ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻧﺬﻛﺮ ﺭﺑﻨﺎ

Seseorang datang pada Zaid bin Tsabit untuk menanyakan masalah. Zaid berkata: “Datanglah pada Abu Hurairah. Sebab saat saya, Abu Hurairah dan seorang lagi berada di masjid pada suatu hari, kami beroda kepada Allah dan berdzikir mengingat Allah…

ﺧﺮﺝ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺣﺘﻰ ﺟﻠﺲ ﺇﻟﻴﻨﺎ، ﻗﺎﻝ: ﻓﺠﻠﺲ ﻭﺳﻜﺘﻨﺎ، ﻓﻘﺎﻝ: «ﻋﻮﺩﻭا ﻟﻠﺬﻱ ﻛﻨﺘﻢ ﻓﻴﻪ»

Ternyata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mendatangi kami hingga duduk bersama kami dan kami diam. Nabi bersabda: “Teruskan apa yang kalian lakukan”

ﻗﺎﻝ ﺯﻳﺪ: ﻓﺪﻋﻮﺕ ﺃﻧﺎ ﻭﺻﺎﺣﺒﻲ ﻗﺒﻞ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻭﺟﻌﻞ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺆﻣﻦ ﻋﻠﻰ ﺩﻋﺎﺋﻨﺎ

Zaid berkata: “Saya dan sahabat saya berdoa sebelum Abu Hurairah dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengamini doa kami”

ﻗﺎﻝ: ﺛﻢ ﺩﻋﺎ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻓﻘﺎﻝ: اﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻣﺜﻞ اﻟﺬﻱ ﺳﺄﻟﻚ ﺻﺎﺣﺒﺎﻱ ﻫﺬاﻥ، ﻭﺃﺳﺄﻟﻚ ﻋﻠﻤﺎ ﻻ ﻳﻨﺴﻰ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺁﻣﻴﻦ»

Kemudian Abu Hurairah berdoa: “Ya Allah aku minta kepada Mu seperti apa yang diminta kedua sahabat saya. Dan aku meminta ilmu yang tidak mudah lupa”. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membacakan Amin.

Status Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh:
1. An-Nasai dalam Sunan Al-Kubra. Para ulama menilai sahih

2. Al-Hakim, ia menilai sahih, namun didlaifkan oleh Al Hafidz Adz Dzahabi karena perawi Hammad bin Syuaib adalah dlaif

Faedah yang terdapat dalam hadis:

1. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam meng-amini doa Abu Hurairah sehingga mustajab. Oleh karena itu Abu Hurairah meriwayatkan hadis paling banyak

2. Meng-amini doa orang lain dalam doa bersama bukan bidah, sebab Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melakukan hal tersebut.

Sumber : moslemforall.com

No Comments

    Leave a reply