Kisah Nabi Hanzhalah A.S, Salah Satu Nabi yang Pernah Hidup di Zaman Dzulkarnain dan Pernah Bertemu Burung Raksasa

Nabi hanzhalah a.s adalah salah satu nabi yang hidup di zaman dzulkarnain a.s. Nama aslinya adalah hanzhalah bin sifwan dari bani Israil. Nabi hanzhalah juga merupakan salah satu nabi yang tidak disebutkan dalam al quran namun, kisah mengenai kaum yang di bimbingnya ada di dalam al quran. Kaum yang di bimbing oleh nabi hanzhalah adalah kaum ashaabur-rassyi. Dan allah mengabadikannya dalam surah qaaf ayat 12 ” Sebelum mereka ( yang menentang nabi muhamad ), kaum nabi nuh, dan ashaabur-rassyi serta thamud ( kaum nabi sholeh ), telah juga mendustakan rasul nya masing masing “.

Menurut kisah dari al kisa’i, kota yang ditinggali oleh hanzhalah terdapat sebuah gunung yang bernama falaj yang menjadi salah satu tempat burung yang bernama anqa. Anqa adalah seekor burung besar yang apabila terbang sayapnya akan menutupi cahaya matahari. Bulunya memiliki warna yang sangat banyak, lehernya menyerupai leher unta, memiliki empat sayap. Dua panjang dan satu lagi pendek. Burung ini sering mengambil beberapa hewan ternak dan hewan yang sudah mati. Disebutkan bahwa burung ini memiliki cakar yang sangat tajam bahkan bisa membawa seekor gajah yang mati.

Burung ini awalnya tidak menganggu kaum ashaabur-rasyi, sampai suatu saat burung ini mulai memangsa dengan lepas kendali. Burung ini mulai memangsa anak anak dari kaum ashaabur-rasyi. Sehingga kaum ini mengadu kepada nabi hanzhalah. Nabi hanzhalah pun berdoa kepada allah  ” ya allah matikanlah binatang tersebut dan putuskanlah keturunannya ” . Allah swt. mengabulkan doa nabi hanzhalah, seketika burung anqa pun terbakar, sehingga tidak ada yang tersisa lagi di muka bumi. Kejadian ini terjadi sebelum nabi hanzhalah di utus allah untuk mengajak kaum ashaabur-rassyi beriman. Lalu siapa sebenarnya ashaabur-rassyi ini?

Sumber Foto: malangtimes.com
Sumber Foto: malangtimes.com

Menurut qisas al anbiya yang ditulis oleh ibnu katsir, kaum ashaabur-rassyi ini merupakan salah satu kaum yang ada di daerah yaman. Kaum ashaabur-rassyi ini sering di sebut kaum rass. Nabi hanzhalah di utus ke kaum ini untuk memperingatkan dan mengajak mereka agar beriman kepada allah swt.

Kaum rass merupakan kaum yang tidak menyembah allah swt. mereka menyembah salah satu pohon sanobar yang bernama syakh dirakht. Syakh dirakht itu sendiri memiliki arti raja pohon. Mereka menyembah pohon itu karena pohon itu dianggap sebagai hayat al ilahiyah ( kehidupan ketuhanan ). Meskipun sudah allah peringatkan dengan adanya burung anqa, mereka tetap menyembah pohon itu.

Alasan mengapa mereka menyebut pohon itu hayat al ilahiyah karena pohon itu awalnya ditanam oleh salah satu anak nabi nuh yang bernama yafith bin nuh. Yafith bin nuh menanam pohon ini pasca badai topan di tepian mata air, mata air itu pun disebut rowsyan oub. Kemudian mata air ini yang mengaliri desa kaum ras. Kaum ras memiliki 12 desa diantaranya adalah oban, odzar, die, bahman, isfand, farwadin, ordi bahsyt, khordad, murdad, tiir, mihr, dan syahriwar. Lalu, kaum rass pun mengikuti apa yang dilakukan anak nabi nuh itu. Kaum rass pun menanam pohon sanobar di tiap desa dan mengairinya dengan irigasi yang berpusat pada inti pohon sanobar yafith.

Kemudian mereka menyangka bahwa pusat dari pohon sanobar yang terdapat mata air yang mengalir itu adalah sumber kehidupan tuhan yang turun ke muka bumi. Sehingga mereka mengharamkan diri untuk meminum dari air tersebut baik untuk diri mereka sendiri ataupun hewan ternak. Bahkan mereka membuat peraturan barangsiapa yang meminumnya maka akan di bunuh. Mereka menjadikan air itu sebagai sumber kehidupan tuhan dan pohon sanobar sebagai inti dari kehidupan tuhan juga dianggap sebagai pohon yang berisi roh tuhan yang harus di sembah. Jelas sekali ini bertentangan dengan konsep ketuhanan yang diajarkan sejak zaman nabi adam dan seterusnya.

Kaum rass sering mengadakan acara sehari dalam satu bulan yang di jadikan sebagai hari besar untuk membuat persembahan di tiap desa. Pada hari besar itu, mereka akan membawa beberapa hewan ternak untuk di sembelih di dekat pohon sanobar. Mereka menyembelih hewan itu untuk di jadikan tanda bahwa tuhan butuh salah satu pengorbanan agar setiap doa dan harapan di kabulkan. Setelah mereka menyembelih, mereka pun membakar nya. Ketika asap pembakaran dari hewan kurban tersebut naik ke atas, mereka pun mulai bersujud ke pohon, menangis dan mengadakan doa serta permohonan.

Saat kaum ras berada di puncak hari besarnya yang bernama isfandr dan setelah kekafiran mereka berlangsung lama, allah swt. mengutus nabi hanzhalah untuk mengajak kaum ini beriman kepada allah swt. dan meninggalkan kesyirikan yang telah mereka perbuat. Nabi hanzhalah pun memulai dakwah nya kepada kaum rass namun apa yang terjadi, kaum ras malah menentang ajakan nabi hanzhalah yang mengajak untuk beriman kepada allah swt. Mereka pun menyebut nabi hanzhalah seseorang yang menyesatkan sekaligus kafir.

Nabi hanzhalah pun tidak diam, nabi hanzalah mulai berdoa kepada allah swt. untuk membuat layu pohon sanobar yang di sembah oleh mereka. Allah swt. pun mengabulkan doa nya. Pohon sanobar tiba tiba layu dan mati. Saat menyaksikan itu, kaum rass sangat marah dan berkata : ” sesungguhnya lelaki ini telah menyihir tuhan kita “. Maka mereka pun berniat untuk membunuh nabi hanzhalah. Mereka ingin nabi hanzhalah mati dengan tersiksa. Mereka pun membuat sebuah sumur yang sangat dalam untuk membuang nabi hanzhalah dan membuatnya mati karena kelaparan serta kehausan.

Selama dakwah, kaum rass tidak mendengarkan apa yang di sampaikan oleh nabi hanzhalah. Sampai suatu saat ada seorang budak yang berkulit hitam mendengarkan dakwah nabi hanzhalah lalu budak itu beriman kepada allah swt. Kemudian, kaum rass yang masih geram dan marah kepada nabi hanzhalah pun menangkap nabi hanzhalah dan melemparkan nya ke dalam sungai yang sudah dibuat lalu menutupnya dengan batu yang besar. Seorang budak yang beriman kepada nabi hanzhalah dan kepada allah pun melihat bagaimana nabi hanzhalah dimasukan kedalam sumur itu.

Sumber : kompasiana.com

No Comments

    Leave a reply