Kisah Pembunuh 100 Nyawa diterima Taubatnya oleh Allah

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﻗﺎﻝ: «ﺧﺮﺝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳﻮﻣﺎ ﻓﻘﺎﻝ: ” ﺇﻥ اﻟﻠﻪ – ﺟﻞ ﺫﻛﺮﻩ – ﻻ ﻳﺘﻌﺎﻇﻤﻪ ﺫﻧﺐ ﻏﻔﺮﻩ:

Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Allah tidak menganggap besar pada sebuah dosa yang Ia ampuni

ﺇﻥ ﺭﺟﻼ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻗﺒﻠﻜﻢ ﻗﺘﻞ ﺛﻤﺎﻧﻴﺎ ﻭﺗﺴﻌﻴﻦ ﻧﻔﺴﺎ، ﻓﺄﺗﻰ ﺭاﻫﺒﺎ ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﻗﺘﻠﺖ ﺛﻤﺎﻧﻴﺎ ﻭﺗﺴﻌﻴﻦ ﻧﻔﺴﺎ ﻓﻬﻞ ﺗﺠﺪ ﻟﻲ ﻣﻦ ﺗﻮﺑﺔ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﻗﺪ ﺃﺳﺮﻓﺖ، ﻓﻘﺎﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻘﺘﻠﻪ.

Ada seorang dari umat sebelum kalian yang membunuh 98 nyawa. Lalu ia datang pada pemuka agama. Ia berkata: “Aku telah membunuh 98 nyawa. Adakah taubat untuk ku?” Pemuka agama itu menjawab: “Sungguh kamu melampaui batas”. Ia berdiri dan membunuhnya

ﺛﻢ ﺃﺗﻰ ﺭاﻫﺒﺎ ﺁﺧﺮ ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﻗﺘﻠﺖ ﺗﺴﻌﺎ ﻭﺗﺴﻌﻴﻦ ﻧﻔﺴﺎ ﻓﻬﻞ ﺗﺠﺪ ﻟﻲ ﻣﻦ ﺗﻮﺑﺔ؟ ﻗﺎﻝ: ﻻ. ﻗﺪ ﺃﺳﺮﻓﺖ، ﻓﻘﺎﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻘﺘﻠﻪ.

Kemudian ia datang pada pemuka agama lain. Ia berkata: “Aku telah membunuh 99 nyawa. Adakah taubat untuk ku?” Pemuka agama itu menjawab: “Sungguh kamu melampaui batas”. Ia berdiri dan membunuhnya

ﺛﻢ ﺃﺗﻰ ﺭاﻫﺒﺎ ﺁﺧﺮ ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﻗﺘﻠﺖ ﻣﺎﺋﺔ ﻧﻔﺲ ﻫﻞ ﺗﺠﺪ ﻟﻲ ﻣﻦ ﺗﻮﺑﺔ؟ ﻓﻘﺎﻝ: ﻗﺪ ﺃﺳﺮﻓﺖ، ﻭﻣﺎ ﺃﺩﺭﻱ ﻭﻟﻜﻦ ﻫﻬﻨﺎ ﻗﺮﻳﺘﺎﻥ: ﻗﺮﻳﺔ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ: ﻧﺼﺮﺓ، ﻭاﻷﺧﺮﻯ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ: ﻛﻔﺮﺓ

Lalu ia datang pada pemuka agama lainnya. Ia berkata: “Aku telah membunuh 100 nyawa. Adakah taubat untuk ku?” Pemuka agama itu menjawab: “Sungguh kamu melampaui batas. Tetapi ada 2 desa yang bernama Nasrah dan Kafarah”.

ﻓﺄﻣﺎ ﻧﺼﺮﺓ ﻓﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻋﻤﻞ اﻟﺠﻨﺔ، ﻻ ﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﺃﻣﺎ ﻛﻔﺮﺓ ﻓﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻋﻤﻞ ﺃﻫﻞ اﻟﻨﺎﺭ، ﻻ ﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻓﺎﻧﻄﻠﻖ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻞ ﻧﺼﺮﺓ، ﻓﺈﻥ ﺛﺒﺖ ﻓﻴﻬﺎ، ﻭﻋﻤﻠﺖ ﻣﺜﻞ ﺃﻫﻠﻬﺎ، ﻓﻼ ﺗﺸﻚ ﻓﻲ ﺗﻮﺑﺘﻚ

Penduduk Nasrah melakukan amalan surga, tidak ada yang lain. Sementara penduduk Kafarah mengamalkan amalan neraka. Pergilah ke Nasrah. Jika engkau di sana dan beramal seperti penduduknya maka tidak ada ragu dalam taubat mu

ﻓﺎﻧﻄﻠﻖ ﻳﺮﻳﺪﻫﺎ ﺣﺘﻰ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﺑﻴﻦ اﻟﻘﺮﻳﺘﻴﻦ ﺃﺩﺭﻛﻪ اﻟﻤﻮﺕ، ﻓﺴﺄﻟﺖ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺭﺑﻬﺎ ﻋﻨﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: اﻧﻈﺮﻭا ﺃﻱ اﻟﻘﺮﻳﺘﻴﻦ ﻛﺎﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﻓﺎﻛﺘﺒﻮﻩ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ. ﻓﻮﺟﺪﻭﻩ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻧﺼﺮﺓ ﺑﻘﻴﺪ ﺃﻧﻤﻠﺔ، ﻓﻜﺘﺐ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻬﺎ».

Pembunuh 100 nyawa itu pergi ke Nasrah. Ketika sampai diantara 2 desa ia dijemput kematian. Lalu malaikat bertanya kepada Allah. Allah menjawab: “Lihatlah kemana ia lebih dekat dari 2 desa itu, lalu catatlah sebagai penduduknya”. Malaikat menemukan ia lebih dekat ke desa Nasrah terpaut 1 jari. Lalu ia dicatat sebagai penduduk Nasrah”

ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻏﻴﺮ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺯﻳﺎﺩ ﺑﻦ ﺃﻧﻌﻢ، ﻭﻗﺪ ﺿﻌﻔﻪ ﺟﻤﺎﻋﺔ، ﻭﻭﺛﻘﻪ ﻏﻴﺮ ﻭاﺣﺪ.

HR Thabrani, para perawinya sahih, kecuali Abd Rahman bin Ziyad bin An’im, ia dinilai dlaif oleh sekelompok ulama dan dinilai terpercaya oleh lebih 1 ulama

Ma’ruf Khozin Anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim

Sumber : moslemforall.com

Tags: ,

No Comments

    Leave a reply