Kitab Autentik Sepanjang Masa

Alquran merupakan kitab suci umat Islam. Alquran diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril, dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Turunnya di malam yang mulia, ialah malam laitul qadar.

Alquran turun untuk membenahi segala carut marut kehidupan bangsa Arab pada saat itu. Dimana kehidupan penuh dengan kejahilan. Bukan karena orang-orang Arab pada saat itu tidak memiliki kepandaian dalam segala hal. Namun karena perilaku dan kebiasaan yang mereka lakukan sangatlah merusak hakikat manusia itu sendiri.

Mereka adalah orang-orang yang pandai dalam berdagang. Namun mereka lakukan berbagai macam cara demi mendapatkan keuntungan lebih, meskipun itu membuat pembeli rugi besar. Hal seperti inilah salah satu sebab bangsa Arab saat itu pantas disebut sebagai bangsa jahiliah, atau bangsa yang bodoh.

Alquran datang sebagai cahaya di tengah kegelapan kehidupan pada saat itu. meski penuh pertentangan, Nabi Muhammad terus bersikukuh dalam menjaga Alquran ini. Demi mempertahankan kesucian kitab yang diturunkan padanya sebagai mukjizat ini.

Alquran turun dengan menggunakan bahasa Arab. Hingga akhir zaman pun akan tetap menggunakan bahasa Arab. Kisah-kisah maupun hukum-hukum yang tertulis didalamnya tidak akan mungkin berubah menyesuaikan keadaan zaman. Justru zamanlah yang secara tidak langsung berkesinambungan dengan kandungan-kandungan Alquran.

Berbeda dengan kitab-kitab suci selain Alquran, dimana banyak darinya mengalami perubahan ataupun perbaikan. Bahkan banyak dari kitab-kitab suci itu dialihkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.Kemudian kitab-kitab tersebut dibacakan dengan bahasa sesuai tempat dimana kitab itu dibacakan.

Sebagaimana dikatakan sebelumnya. Ada pula kitab-kitab suci lainnya yang diturunkan oleh Allah kepada para utusan-Nya. Kitab-kitab ini turun pada zaman sebelum zaman Rasulullah Saw.

Kitab- kitab itu adalah kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud as, kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as, dan kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Maka Alquran menjadi kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah, karena diturunkan kepada Nabi terakhir pula.

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Maidah Ayat 48 yang artinya “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…”

Sebagaimana dikatakan dalam ayat di atas. Diantara keseluruhan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah, Alquran lah penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya. Kitab-kitab sebelum Alquran kebanyakan hanya relevan dengan zaman pada saat kitab itu diturunkan. Sedangkan Alquran diciptakan Allah untuk relevan dengan keadaan sepanjang masa.

Banyak orang yang telah membuktikan kebenaran Alquran juga kesesuaian Alquran dengan zaman sekarang. Segala kejadian alam telah dijelaskan di dalam Alquran. Dari penciptaan manusia, hingga proses hujan sekalipun.

Alquran ini pun merupakan satu-satunya kitab suci yang terjamin keasliannya. Alquran merupakan perkataan/firman Allah. Tidak ada sama sekali campur tangan selain-Nya, baik malaikat Jibril maupun Nabi Muhammad sendiri.

Hal ini dikarenakan Allah sendiri yang mengatakan bahwa Allah akan menjaga ataupun memelihara Alquran ini. Sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al-hijr ayat 9 yang artinya “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Berbeda dengan kitab-kitab suci yang lain. Allah menurunkannya dengan mengutus para umat yang ada pada saat kitab itu turun, untuk menjaga kitab suci tersebut. Tanpa mengatakan Allah memelihara kitab-kitab tersebut.

Sebagaimana termaktub dalam firman Allah Q.S. Al-Maidah ayat 44 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa kitab-kitab sebelum Alquran itu diperintahkan oleh Allah kepada tiap utusan dan umatnya untuk menjaga kitab yang ada pada zaman Nabi tersebut. Karena kitab-kitab tersebut dijaga oleh makhluk, maka pantaslah saat ini kitab asli dari kitab-kitab tersebut sudah tidak diketahui lagi keberadaanya.

Sedangkan Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang dijaga oleh Allah. Maka tanpa Allah menyuruh para umat Nabi Muhammad untuk menjaganya pun sudah banyak umatnya yang menjaganya, dengan cara menghafalkannya. Maka apabila ada kesalahan atau ada yang merubah Alquran, pastilah para penghafal Alquran akan menindak lanjutinya.

Dari hal-hal tersebut saja sudah sangat jelas bahwa Alquran memanglah kitab yang terjamin keautentikannya sepanjang masa. Alquran pada zaman dahulu hingga sekarang adalah sama, tetap berbahasa Arab

Maka jelas Alquran bukan lah hasil karya tulis seseorang ataupun sebuah fiksi maupun nonfiksi. Alquran adalah kitab suci, yang murni perkataan dari Allah. Yang kesuciannya itu Allah sendiri yang menjaganya. Sehingga Alquran pun terjamin keasliannya sepanjang masa.

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply