Membumikan Nilai-Nilai Agama sebagai Solusi Menghadapi Krisis Kemanusiaan

Krisis kemanusiaan merupakan suatu keadaan darurat atau kekacauan hidup yang dialami umat manusia secara universal yang disebabkan oleh penyimpangan perilaku umat manusia. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran manusia akan pengetahuan hidup yang sesungguhnya, yakni pengetahuan akan kehendak sang pencipta dan alasan penciptaannya. Manusia masih banyak yang belum mengetahui secara konkrit dan konstruktif cara menjalani hidup sesuai tuntunan agama.

Seperti yang diketahui agama merupakan ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya(KBBI). Ketika agama menjadi pedoman hidup, krisis kemanusiaan dapat terhindarkan.

Agama dapat memberikan pengaruh yang positif. Agama membentuk karakter para pemeluknya untuk senantiasa taat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Agama pun mengatur tata cara kehidupan. Sehingga menjadikan manusia lebih beradab.

Agama dalam konteks keseharian merupakan panduan hidup untuk boleh atau tidak melakukan sesuatu. Agama mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama. Dalam hal ini, jika seseorang merupakan pemeluk agama yang taat, tidak akan melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan krisis kemanusiaan.

Sayangnya, di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, justru pengetahuan akan agama semakin berkurang. Pengetahuan agama dalam hal ini adalah kebenaran agama yang sesungguhnya. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menyulut perpecahan sehingga terjadilah krisis kemanusiaan.

Krisis kemanusian banyak terjadi belakangan ini. Bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari kekeringan dan kelaparan, kekerasan seksual, perampasan tempat tinggal, dan masalah-masalah kemanusiaan yang lainnya. Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi di Yaman.

Perang saudara yang terjadi sejak 2014 memaksa sebagian penduduknya untuk melarikan diri ke Arab Saudi. Tidak hanya di Yaman, sebelumnya juga ada Myanmar dengan masalah muslim Rohingya, Somalia dengan masalah kelaparan, dan masih banyak negara lain yang mengalami krisis kemanusiaan. Saat ini diperlukan peran berbagai pihak untuk menangani hal tersebut salah satunya adalah peran dari para pemuka agama.

Para pemuka agama dapat menjadi contoh atau teladan bagi umat manusia dengan menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharian. Penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan dapat membantu menghindarkan dari terjadinya krisis kemanusiaan bahkan membantu pemulihan psikologis pasca krisis.

Nilai-nilai agama yang bisa diterapkan dalam pencegahan krisis seperti toleransi antar umat beragama. Toleransi merupakan sikap saling menghargai kelompok-kelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau lingkup lainnya. Toleransi adalah suatu sikap yang melarang adanya diskriminasi sekalipun banyak kelompok atau golongan yang berbeda dalam masyarakat. Toleransi ini terlihat jelas dalam kehidupan beragama.

Toleransi beragama meyakini bahwa agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu. Sebagaiamana yang tercantum dalam Al-Quran surat Al-Kafirun ayat 6 yang bunyinya “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” Dengan kata lain toleransi beragama adalah saling menghargai agama orang lain dan tidak memaksa orang lain untuk menganut agama kita.

Jika sikap toleransi bisa diterapkan dalam keseharian niscaya konflik-konflik yang disebabkan isu-isu keagamaan dapat teratasi. Minoritas atau pun mayoritas suatu pemeluk agama dalam suatu masyarakat tetap harus dihargai dan dihormati. Selain itu, sikap tolerasi ini juga menghindarkan adanya marginalitas terhadap suatu pemeluk agama.

Selain sikap toleransi agama juga mengajarkan sikap tolong menolong dan menghormati hak-hak perempuan. Sikap tolong menolong sangat diperlukan dalam menghadapi krisis kemanusiaan. Umpamanya suatu masyarakat sedang mengalami kekeringan yang menyebabkan kelaparan, jika masyarakat yang lain, yang mampu dan berkecukupan bersedia menolong, kelaparan akan segera teratasi.

Hal ini sejalan dengan perintah agama yang menyuruh tolong menolonglah kamu dalam kebaikan. Sikap tolong menolong ini juga tercermin dalam butir-butir sila ketiga pancasila. Tolong menolong juga mempererat persaudaraan antarsesama. Dengan menerapkan sikap tolong menolong dalam kehidupan, segala masalah yang beratpun terasa lebih ringan.

Begitu pula jika hak-hak perempuan ditegakkan sebagaimana yang diajarkan agama, tidak akan ada lagi kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual yang baru-baru ini marak terjadi. Agama mengatur dengan jelas bahwa perempuan adalah makhluk yang harus dilindungi, bukan disakiti. Perempuan harus dihormati. Bahkan dalam agama, penghormatan terhadap perempuan lebih besar daripada kepada laki-laki.

Sebagaimana yang disebutkan di atas, agama merupakan sumber moral dalam kehidupan. Selain mengajarkan cara bersikap terhadap sesama, agama juga mengajarkan cara bersikap terhadap lingkungan yang merupakan tempat tinggal manusia. Agama mengangkat manusia sebagai khalifah atau pemimpin untuk mengurus bumi. Hanya saja manusia menyalahgunakan hal tersebut.

Manusia serakah sehingga menyebabkan bencana alam terjadi di mana-mana sebagai akibat ulah mereka. Bencana alam merupakan salah satu penyebab krisis kemanusiaan. Jika manusia lebih bijak mengurus bumi sesuai dengan tuntunan agama, krisis kemausiaan akibat bencana mestinya bisa diminimalkan.

Selain menerapkan nilai-nilai agama di atas dalam menghadapi krisis kemanusiaan, langkah konkrit yang bisa dilakukan dengan menindak tegas semua pelaku kekerasan dan penyebab krisis kemanusiaan dan menggalang dana serta mendistribusikan bantuan dengan semaksimal mungkin kepada korban krisis kemanusian. Mereka memerlukan bantuan bukan sekadar tulisan. Mereka perlu perlindungan bukan sekadar belas kasihan. Mereka, korban krisis kemanusiaan adalah saudara seperjuangan bertahan di kehidupan.

Sumber infomasi

http://krisiskemanusiaan.blogspot.com/ rabu 3 september 2018

http://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-toleransi/

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1062-faedah-tafsir-surat-al-kafirun.html

No Comments

    Leave a reply