Mencari Kebahagiaan

Makna Film “The Mule”

Narkoba merupakan sebuah kejahatan. Narkoba juga merupakan musuh dari seluruh dunia. 

Ada sebuah film yang mengangkat perjalanan kurir narkoba. Film yang berjudul The Mule menceritakan seorang kakek yang menjadi kurir narkoba. 

Awal kisah kakek yang bernama Earl dikucilkan oleh istri dan anak-anaknya. Menurut keluarganya, Earl hanya mementingkan pekerjaannya dibanding dengan keluarganya sendiri.

Pertama kali Earl merupakan seorang kakek yang menyukai bunga. Ia menjadi petani bunga dan sangat dikenal oleh banyak orang. Ia pun sering mendapatkan piagam atas keindahan bunga yang ia tanam. 

Namun, semuanya itu membuat Earl tidak puas dan tidak bahagia. Ia harus menerima dengan lapang dada bahwa ia ditolak oleh keluarganya sendiri.

Pekerjaan menjadi seorang kurir pertama kali dikenalkan oleh seorang teman cucunya. Ia pertama tidak tahu bahwa ia mengantarkan sejumlah kokain dan sabu ke luar kota. Ia tidak boleh membuka tas yang berisi narkoba itu. 

Kiriman pertama telah ia jalani. Ia pun mendadak kaya. Pekerjaan mengirim paket narkoba membuat ia menjadi ketagihan.

Penghasilan menjadi kurir digunakan untuk membantu teman-temannya. Ia pun dikenal sebagai orang yang dermawan. 

Tetapi, pekerjaan ini menurut Earl masih belum cukup untuk bahagia. Ia tetap ditolak oleh keluarganya. Kegelisahan itu terus berlanjut hingga pada akhirnya polisi setempat memburu dia dan menangkap.

Singkat cerita ia pun ditangkap oleh polisi dan mendekam dipenjara. Di penjara ia mengembangkan hobinya yakni bertani bunga. Film yang berdurasi satu setengah jam membuat para penonton takjub. 

Mengapa? Bukan karena ia menjadi seorang kurir narkoba tetapi lebih dari itu. Ia berusaha untuk kembali diterima keluarganya.

Ia pun menjelaskan menjadi seorang kakek yang sendirian tidak merasa bahagia. Ia meinginkan ada anak-anaknya, istrinya, dan juga cucunya. Ia tidak tinggal diam sebagai seorang kakek. 

Ia berusaha dengan cara apa pun juga agar ia diterima oleh keluarganya. Pada akhirnya sebelum ia ditangkap oleh polisi ia menemani istrinya di saat hampir meninggal dunia.

Ia sangat mencintai istrinya dan keluarganya. Walaupun ia sangat disegani oleh teman-temannya, ia masih meinginkan ada keluarganya.  Ia pada saat menjadi seorang kurir, ia sering hidup dalam dunia gelap seperti menyewa wanita, dan hidup negatif lainnya. Disisi lain, ia sering memberikan nasihat kepada orang yang menyuruhnya mengantarkan paket.

Disinilah terjadi kontradiksi. Di satu sisi ia melakukan kesalahan besar tetapi disisi lain ia memberi tahu kepada kaum muda untuk jangan melakukan hal ini yakni mengirim dan mengkonsumsi narkoba. memang penghasilan menjadi kurir narkoba bisa mendadak kaya tetapi itu merupakan hal yang salah.

Merujuk dari film The Mule semua orang dapat belajar. Pada awalnya orang tua menginginkan anaknya hidup sukses. Hidup sukses bukan berarti menerima gaji sekian ratus juta rupiah tetapi sukses dalam arti lain. Sukses selalu digambarkan dengan hdiup mewah. Sukses bukan hanya mendapat posisi pekerjaan yang cukup tinggi tetapi bagaimana kita melayani orang lain dengan baik.

Film The Mule mengkisahkan sebuah perjalanan kurir yang mengantar narkoba. Earl hanya ingin mencari status sosial di keluarganya. Hal ini dapat dilihat dengan kacamata Pragmatisme. Pragmatisme secara singkat diartikan sebagai hanya mencari nilai kegunaannya saja, tanpa melihat makna di balik dari segala sesuatu.

Earl hanya melihat sebagai kurir narkoba tujuan praktisnya ingin dikenal oleh orang di dekatnya dan keluarganya. Ia tidak melihat ada resiko di balik dari menjadi kurir narkoba. Selanjutnya bila melihat pemikiran Pierce mengenai pragmatisme itu ada tiga tahap. Pertama Tacit Familirity, kedua Abstract Definition, ketiga Pragmatic Clarification.

Pertama yakni Tacit Familirity. Pada tahap pertama dapat dilihat bahwa Earl tidak tahu bahwa ia mengantar sejumlah kantong yang berisi mengenai narkoba. ia hanya melihat mengantar barang seperti barang yang biasa.  Dalam arti ini Tacit Familirity yakni pengetahuan bahwa segala sesuatu belum terucap tetapi hanya andaian-andaian saja.

Tahap kedua yakni Absctract Definition. Pada tahap kedua dapat dilihat bahwa Earl mulai curiga dan mencari tahu bahwa ia mengantarkan paket apa. Ternyata setelah diselidiki bahwa ia membuka tas yang seharusnya tidak boleh di buka. Akhirnya ia tahu bahwa ia mengantarkan paket narkoba. pertama ia shockdengan kejadian seperti ini. Ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini.

Tahap ketiga yakni Pragmatic Clarification. Pada tahap ketiga, dapat dilihat bahwa Earl telah mengetahui bahwa ia adalah seorang pengantar paket narkoba. ia pun sekarang tahu apa resiko mengantar barang terlarang itu. Tetapi  dibalik itu semua Earl hanya ingin dikenal dan diterima oleh orang di sekitarnya.

Dengan demikian, film tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Pertama kisah seorang kakek yang ingin di terima di keluarganya. Harta yang melimpah tidak dapat menggantikan sebuah kebahagiaan. Seseorang yang bahagia bahwa ia dekat dengan semua keluarganya tanpa melihat harta.

Kedua, jangan menjadi orang yang hanya melihat praktis saja. Tetapi melihat dari sisi yang lain ketika kita bekerja. Bekerja itu pasti memiliki resiko. Risiko dapat diminimal apabila kita mengenal dan mengerti apa yang telah dikerjakannya. Apa pun kerja yang dilakukan tetapi kita menyenangi dan mengetahui apa reskonya maka kebahagiaan tersebut dapat dicapai.

Sumber : qureta.com

Tags: , ,

No Comments

    Leave a reply