Mengapa Kita Harus Bisa Berbahasa Inggris?

Untuk dapat berkomunikasi dengan semua orang di seluruh dunia, kita memerlukan bahasa pemersatu, atau lebih dikenal dengan istilah bahasa internasional.

Kegunaan bahasa internasional ini untuk menghindari hambatan semantik dalam berinteraksi yang timbul karena banyaknya bahasa yang ada di dunia sehingga akan mengganggu proses dan tujuan komunikasi.

Sudah bukan rahasia lagi bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Karenanya, ia dinobatkan sebagai bahasa internasional.

Bukan tanpa alasan, Inggris adalah negara kolonial yang sudah menjajah 90 negara. Selama masa penjajahan itu pulalah bahasa ini mulai merebak ke setiap penjuru dunia.

Di samping itu, usianya yang terbilang tua serta perkembangan kosakatanya yang kian pesat membuatnya lebih unggul di antara bahasa-bahasa lainnya.

Di Indonesia, pelajaran bahasa Inggris sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Namun, pada saat itu, pengajarannya sangat terbatas untuk keturunan pribumi. Eksistensinya sempat ditiadakan oleh pemerintahan Jepang dan kembali dihidupkan pada tahun 1946, tepat pada saat kurikulum lahir untuk pertama kalinya.

Di era globalisaasi ini, kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris menjadi acuan dalam menentukan kepantasannya untuk terjun ke dunia persaingan. Bahkan, seringnya, melejitnya karier seseorang dalam pekerjaan mereka ditentukan oleh kepiawannya dalam berbahasa Inggris.

Tak jarang perusahaan-perusahaan besar menjadikan keahlian berbahasa Inggris sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki calon pegawainya.

Nah, walaupun bahasa Inggris ini sangat berpengaruh dan penting sekali perannya, masih banyak anak-anak Indonesia yang berasumsi bahwa bahasa ini sulit untuk dipelajari. Padahal sebenarnya tidak. Malah bahasa ini sangat asyik jika dipelajari dengan cara-cara yang menyenangkan.

Buat kamu yang masih mengalami kendala dalam mempelajari bahasa ini, ada baiknya menerapkan tips-tips berikut ini:

1. Kenali gaya belajarmu

Untuk sebagian orang, belajar dengan cara membaca adalah hal yang membosankan. Mereka akan lebih mudah memahami pelajaran apabila seseorang menjelaskannya kepada mereka.

Gaya belajar ini disebut auditori, yakni orang-orang yang lebih mengandalkan indra pendengaran mereka saat proses belajar mengajar.

Yang kedua, gaya belajar visual. Cara belajar ini mengandalkan mata sebagai organ yang bekerja untuk mencerna pelajaran. Anak-anak yang memiliki kecenderungan seperti ini biasanya akan mudah memahami pelajaran melalui peragaan-peragaan, gambar, dan simbol-simbol.

Namun terdapat pula orang-orang yang mengandalkan kedua indera mereka (audio visual) dalam proses belajar. Biasanya orang-orang penganut audio visual belajar dengan cara yang menyenangkan, seperti menonton dan mendengarkan musik video.

Yang terakhir, kinestetik atau gaya belajar dengan cara bergerak. Anak-anak yang tergabung dalam klasifikasi ini harus melakukan sesuatu ketika belajar, seperti praktik, penelitian, atau permainan dalam belajar.

 2. Perbanyak kosakata (vocabulary)

Sebelum mempelajari tenses dan grammar, ada baiknya kamu memperbanyak kosa kata terlebih dahulu. Apabila membaca dan menghafal kamus terlalu old-fashioned buatmu, kamu bisa memulainya dengan mengartikan lagu-lagu barat favoritmu.

Selain itu, menonton fim menggunakan caption berbahasa Inggris juga akan sangat membantumu dalam memperbanyak kosakata.

 3. Terapkan

Pelajaran yang sudah kamu pelajari apabila tidak kamu implementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, maka tidak akan membuahkan hasil.

Jika kamu merasa tidak menemukan teman yang tepat atau merasa tidak percaya diri dalam menunjukkan kemampuanmu, cobalah untuk mempraktikkannya ke diri sendiri dengan menggunakan media cermin.

 4. Komitmen

Dalam mempelajari suatu bahasa, kita akan mengalami banyak kendala. Kesabaran kita akan sangat diuji selama proses ini. Pada saat-saat inilah komitmen amat dibutuhkan. Komitmen yang kuat akan membantumu bertahan di tengah kencangnya angin keputusasaan. Jadi berkomitmenlah pada dirimu sendiri.

4 poin di atas juga tidak akan bekerja dengan maksimal jika kamu tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahamu.

Ingat-ingat lagi betapa bahasa Inggris ini akan sangat membantumu di masa mendatang. Terlebih jika kamu bercita-cita melanjutkan studi mu di luar negri, atau sekadar berjalan-jalan ke negara lain saat liburan.

Selain itu, temukanlah tujuan belajarmu sehingga timbul kemauan untuk mengkesplornya habis-habisan. Percuma saja kamu belajar siang malam kalau kamu sendiri tidak tahu apa tujuan kamu belajar.

Mulailah dengan menentukan cita-citamu. Apabila cita-citamu ini termasuk ke dalam pekerjaan yang mengharuskanmu menguasai bahasa inggris, maka akan sangat bagus.

Memiliki kemampuan berbahasa asing adalah investasi besar. Kamu tidak akan rugi menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya.

Bayangkan saja betapa banyak pekerjaan yang akan membutuhkan keterampilanmu ini, misalnya di bidang pariwisata, jurnalis, atau bahkan pekerjaan-pekerjaan menarik seperti pramugari, host, penerjemah film dan game, hingga traveller!

Untukmu yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa, memiliki potensi ini juga akan sangat menguntungkan. Ini akan membuka kesempatan untuk kamu dapat mengikuti program pertukaran pelajar.

Selain itu, mampu berbahasa Inggris juga akan mempermudah keseharianmu. Misalnya dalam menonton film, menciptakan relasi dan koneksi, atau sekurang-kurangnya mengerti bahasa yang digunakan ponsel pintarmu.

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply