Mengapa Masih Sendiri

Ada banyak hal yang menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa masih sendiri ikut ambil bagian dari hidup seseorang. Entah ingin menjawab dengan hal sepele, candaan ataupun serius. Tapi lagi-lagi manusia menyimpan rapat jawaban dalam kesendiriannya.

Persoalan sendiri ataupun berdua hanyalah sebuah pilihan. Ada orang yang betah berlama-lama sendiri sampai ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan namun terkait mencari  pasangan hidup masih belum terpenuhi.

Ada juga orang yang sangat memprioritaskan memiliki pasangan terlebih dulu meski ia tahu banyak hal yang belum ia capai dalam hidupnya. Semuanya tergantung pribadi masing-masing, ingin mencapai yang mana.

Banyak alasan manusia di muka bumi ini memilih masih sendiri. Bisa jadi tidak ingin sakit hati lagi karena sudah terlalu sering patah hati, atau ada seseorang yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya kemudian mengurung diri karena sudah dikecewakan.

Ada juga seseorang yang ditinggal nikah, dikhianati, dibohongi yang lukanya sulit untuk disembuhkan dalam waktu yang cepat. Makanya memilih untuk sendiri lebih tepat dilakukan saat kondisi perasaan sedang tidak baik-baik saja.

Memangnya kalau sampai hari ini masih sendiri apakah itu merupakan sebuah kesalahan? Kenapa kata sendiri dibuat seolah menyeramkan untuk dijalani di dunia ini. Rasanya jika sendiri berarti pribadinya tidak laku, tidak ada yang tertarik atau menyukainya, bahkan sendiri itu lebih sering jadi bahan candaan serta ejekan karena masih single atau jomblo.

Mengapa masih sendiri itu menjadi buah bibir di tengah obrolan keluarga besar. Tanpa tahu bahwa perasaan seseorang yang dibecandain karena kesendiriannya itu sedang berusaha menata hati untuk siap menerima seseorang yang baru lagi.

Tanpa tahu bahwa seseorang yang diceramahi karena usia yang sudah kepala tiga namun belum menikah itu sedang menikmati hasil kerja keras yang baru ia peroleh diusia gemilangnya itu.

Bukankah manusia punya target hidupnya masing-masing? Mereka memiliki bucket list dalam hidupnya yang apabila datang disaat yang tepat mereka akan menyentangnya dan tandanya  satu goal dalam hidupnya sudah tercapai.

Lalu mengapa harus tergesa-tergesa untuk mengakhiri sebuah kesendirian, kesiapan itu sangat diperlukan. Kalau hati belum pulih kenapa harus dipaksa untuk sembuh? Kalau hati masih terluka kenapa harus dibuat seolah hati sudah kuat untuk menerima seseorang yang baru?

Sembuh dari luka itu memang harus, biarkanlah waktu yang mengurusnya. Karena setiap hati yang patah relakanlah dikalahkan oleh waktu dalam proses penyembuhannya. Biarkan waktu bekerja. Entah perasaan itu bisa disembuhkan dalam kurun waktu seminggu, sebulan, setahun bahkan bertahun-tahun.

Tapi setelah sembuh, waktu yang tepat akan datang mengisi hari-hari bersama orang baru yang jika ia berniat meninggalkan pun akan berpikir ratusan kali karena perempuannya sangat berharga jika dibiarkan sendiri.

Tidak perlu takut dan cemas jika sampai hari ini masih sendiri. Tandanya masih disuruh untuk belajar mengenali siapa diri kita sebenarnya. Nikmati saja setiap proses yang dilalui, kadang ada masanya kita jenuh dengan kesendirian.

“Kok aku belum dapat jodoh juga ya,” pasti kalimat itu sesekali terbesit dipikiran yang bikin kita jadi membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Kalau kata isi buku NKCTHI “sabar satu per satu,” semuanya sudah dipersiapkan kok kesempatan untuk memiliki seseorang dalam hidup ini. Tinggal nunggu timing yang pas, jadi jangan terlalu dipikirkan. Intinya terus berusaha lebih baik yang datang pasti akan baik juga.

Kalau masih sendiri itu bekerjalah untuk lebih produktif lagi. Isi hari-harinya dengan banyak kesibukan. Bertemu orang baru, kemudian kalau ada yang kerja kantoran sibuk menyiapkan presentasi, hangout bareng bersama teman-teman, hiking ke alam, menulis buku dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya yang kalau dilakukan sangat menyenangkan.

Dilansir dari liputan6.com jika kita masih sendiri fokuslah untuk mengembangkan karir pada pekerjaan di kantor. Menjalani hidup sendiri juga bisa membuat kita memiliki waktu lebih banyak untuk meningkatkan pencapaian di kantor sehingga karir semakin berkembang. Hal ini tentu akan sulit dilakukan saat dalam hubungan atau menikah karena waktu yang kurang dan tanggung jawab yang lainnya.

Mungkin kita banyak memiliki impian yang belum terwujud. Ketika masih sendiri inilah kebebasan itu berpihak kepada karir kita, karena sedang tidak terikat hubungan apapun dengan seseorang kita jadih lebih leluasa untuk menyelesaikan mimpi yang sudah dibangun dari nol.

Bukan berarti jika nantinya kita memiliki pasangan kita tidak lagi produktif, tidak lagi bisa mengembangkan karir. Tapi malah nantinya jika sudah berdua saling berkolaborasi, melengkapi, membantu satu sama lain sangat diperlukan dan pasti itu akan terjadi. Apalagi jika nantinya ada yang memiliki pasangan satu pekerjaan, tentunya akan lebih asyik untuk berdiskusi ingin melahirkan karya apalagi selanjutnya.

Maka dari itu, memilih sendiri ataupun berdua dengan pasangan tidaklah menjadi masalah. Menjalani hidup itu bukan hanya menghirup napas di pagi hari kemudian tidur lagi di malam harinya tapi menjalani setiap pilihan dan keputusan yang diambil dengan matang-matang itu adalah hal terbesar dalam menjalani hidup.

Jika pertanyaan mengapa masih sendiri itu mengarah kepada saya tentu saya akan menjawabnya. “Kenapa tidak? karena hidup lahir dari pilihan dan keputusan terbaik yang saya ambil hari ini.”

Sekarang mungkin masih sendiri, tapi tak ada yang tahu ke depannya. Maksimalkan usaha dalam kesendirian sebelum nantinya dipertemukan dengan seseorang yang sudah menjadi pilihan dan keputusan terbaik dari diri sendiri.

Sumber : qureta.com

Tags: , , ,

No Comments

    Leave a reply