Mengenal Bahasa Cinta, Dasar Dalam Hubungan

Memiliki seseorang yang bisa dijadikan sebagai tempat berbagi cerita dan pemasalahan hidup menjadi hal yang ingin dirasakan semua orang. Romansa sepasang manusia yang hadir secara harfiah sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Bahkan kita sudah mulai merasa tertarik pada lawan jenis ketika beranjak remaja.

Ada hubungan yang berjalan lancar dan tak sedikit juga yang kandas karena kendala yang tak dapat diselesaikan bersama. Beberapa permasalahan yang sering muncul dalam hubungan bisa datang dari faktor kepercayaan, perbedaan karakter dan kesalahan dalam komunikasi.

Saya memiliki seorang teman yang selalu mendapat pertanyaan dari salah satu temannya yang lain tentang bagaimana pasangannya menyikapi hubungan mereka. Sang teman itu acapkali membandingkan pasangannya dengan pasangan teman saya. Ketika dia menemukan hal dari pasangan teman saya yang berbeda dengan pasangannya, ia akan protes dan mengeluh bahwa hubungannya tak semenarik itu. Seperti ‘kok pacarku gak seperti pacarmu ya?’ atau ‘kok pacarku gak pernah begitu ya padaku?’

Mendengar cerita tersebut saya teringat akan sebuah buku yang pernah saya baca. Dalam buku itu ada obrolan dimana kedua tokoh membahas bahasa cinta mereka masing-masing. Bahasa Cinta atau dalam bahasa inggris yaitu Love Language merupakan sebuah klasifikasi seseorang dalam mengekspresikan perasaannya terhadap pasangan. Hal ini dipopulerkan oleh seorang konselor pernikahan bernama Gary Chapman.

Gary Chapman memperkenalkan istilah Love Language ini ke masyarakat setelah ia menemukan keluhan yang sebagian besar sama pada kasus pernikahan yang ia tangani. Sama halnya dengan yang terjadi pada teman saya diatas. Chapman kemudian menuangkan pemikirannya mengenai bahasa cinta ini dalam buku The 5 Love Languages yang menjadi salah satu karya terpopuler miliknya. Buku Chapman berhasil terjual lebih dari dua belas juta copies dan masuk dalam daftar terlaris New York Times sejak 2007.

Premis dari buku ini sangatlah sederhana. “Different people with different personalities express love in different ways.” Chapman menyebutkan cara mengeksperikan cinta itu disebut dengan Bahasa Cinta, yaitu Word of Affirmation, Acts of Service, Receiving Gifts, Quality Time dan Physical Touch.

Word of Affirmation

Bagi wanita sangatlah penting untuk terlihat cantik di depan sang kekasih. Para wanita akan berusaha semaksimal mungkin menata penampilannya hingga akhirnya mendapat pujian dan pengakuan bahwa usahanya tidak sia-sia. Begitu pun dengan laki-laki. Mereka akan berusaha memberikan perhatian dan menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh pasangannya.

Akhir dari segala usaha itu adalah ucapan terima kasih ataupun pujian akan hal yang mereka lakukan. Seperti ucapan “Terima kasih udah temani aku beli keperluan rumah” ketika seorang laki-laki mau meluangkan waktu dan memberikan perhatiannya kepada sang wanita dengan menemaninya berbelanja. Atau pujian seperti “Kamu cantik banget hari ini” yang dilontarkan untuk sang wanita. Bagi mereka yang bahasa cinta-nya adalah Word of Affirmation, pujian dan penghargaan dari pasangan mereka akan seperti hujan yang membasahi tanah kering. Usaha dan perhatiannya dinilai sangat diapresiasi oleh pasangannya.

Acts of Service

Hal ini akan terlihat jelas dalam hubungan rumah tangga. Suami yang selalu mencurahkan perasaanya dengan ucapan dan ungkapan cinta seperti “Aku cinta kamu” nyatanya tidak cukup bagi Istri yang memiliki bahasa cinta Acts of Service.

Istri akan merasa bahwa cinta yang selalu diungkapkan suaminya itu tidak dapat dia rasakan secara nyata. Karena bentuk cinta yang ada dalam pemahamannya yaitu ketika sang suami mau membantunya dalam melakukan pekerjaan rumah. Jadi meskipun sang suami mencintainya seperti yang selalu ia katakan, ia tidak akan merasa dicintai.

Sederhananya, lebih baik aksi daripada janji.

Receiving Gifts

Jelas dari namanya, Receiving Gifts adalah wujud pernyataan cinta berupa pemberian barang kepada pasangan. Bahkan dalam kehidupan sosial kita juga sering melakukan hal tesebut. Seperti saat perayaan ulang tahun, perayaan hari pernikahan atau dengan tanpa alasan kita juga selalu memberikan seseorang hadiah. Tak kesan harus mahal atau mewah, memberikan sesuatu dengan ikhlas kepada seseorang yang kita sayangi merupakan wujud rasa peduli yang nyata.

Quality Time

Istilah satu ini sudah akrab di telinga. Menghabiskan waktu dengan orang tersayang juga merupakan salah satu bahasa cinta yang dimiliki manusia. Ada sebagian manusia yang tidak terlalu nyaman ketika berada di keramaian seperti bioskop, mall atau kafe tapi akan merasa nyaman ketika bisa menghabiskan waktu yang efektif untuk mengobrol dengan pasangannya. Quality Time identik dengan kesempatan untuk membicarakan hal serius seperti bagaimana hubungan mereka kedepannya. Momen seperti ini sangat cocok untuk deep talk dengan pasangan dan juga waktu yang pas untuk mengisi kembali kotak cinta masing-masing.

Physical Touch

Sentuhan fisik seperti berpegangan tangan, merangkul atau bahkan memeluk bisa menjadi cara yang paling efektif untuk mengekspresikan cinta bagi mereka yang memiliki bahasa cinta physical touch. Walau pada dasarnya sentuhan fisik juga menjadi perhitungan penting dalam hubungan, tapi nilai dari bahasa cinta ini juga sama besarnya seperti acts of service. Dimana aksi lebih nyata daripada sekedar janji.

Jadi, udah tahu bahasa cintamu dan pasanganmu?

Sumber : qureta. com

Tags: , , ,

No Comments

    Leave a reply