Mineral  (Mineral Makro dan Mikro)

Mineral merupakan senyawa organik yang berperan penting dalam tubuh. Mineral menempati 4% bagian dari penyusun tubuh manusia.

Selain itu, mineral merupakan unsur kimia yang diperlukan tubuh dan berada dalam bentuk elektrolit anion atau bermuatan negatif dan kation atau bermuatan positif. Unsur-unsur kimia selain karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Mineral dibutuhan dalam tubuh dengan jumlah sedikit sehingga disebut trace elements. Dalam tubuh mineral terdapat dijaringan tulang dan gigi.

Tubuh mempunyai beberapa cara untuk mengontrol kadar mineral, yaitu dengan mengatur jumlah yang diabsorpsi dari saluran pencernaan dan mengatur jumlah mineral yang dapat ditahan dalam tubuh. Kekurangan atau kelebihan konsumsi mineral tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kekurangan konsumsi akan menyebabkan defisiensi dan kelebihan konsumsi akan menyebabkan keracunan.

Secara umum, fungsi mineral bagi tubuh adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan jaringan tubuh
  • Mengatur kontraktilitas otot
  • Transmisi implus saraf
  • Memelihara keseimbangan air dalam tubuh

Mempertahankan keseimbangan asam basa dalam tubuh

Mineral Makro 

Ada 7 jenis mineral makro yang akan diuraikan di bawah ini.

Kalsium (Ca)

Kalsium di dalam tubuh, sebagian besar terdapat pada jaringan keras seperti tulang, gigi, dan sisanya tersebar dalam bagian tubuh yang lain. Sumber kalsium yang baik adalah bahan pangan hewani seperti susu, keju, dan sejenisnya.

Kalsium berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, mengatur kontraksi otot termasuk denyut jantung, berperan dalam proses pembekuan darah, dan sebagai katalis reaksi biologis.

Fosfor (P)

Fosfor adalah mineral yang dapat dijumpai pada hampir semua makanan terutama di darah daging merah,, makanan mengandug susu, ikan, unggas, roti, beras, dan gandum. Asupan yang cukup untuk remaja dan dewasa adalah 700 mg per hari.

Belerang (S)

Belerang adalah mineral yang ditemukan secara almiah dalam berbagai bentuk di dalam makanan. Belerang juga digunakan dalam bentuk sulfat dan sulfit sebagai zat aditif dalam berbagai pangan olahan.

Kalium (K)

Kalium adalah mineral yang dapat ditemukan pada mayoritas makanan. Sumber kalium dapat diperoleh dari sayuran (kacang panjang, mentimun) dan buah-buahan (pisang, belimbing).

Natrium (Na)

Natrium merupakan ion positif utama dalam cairan ekstraseluler yang menimbulkan tekanan osmotik untuk menjaga agar air tidak keluar dari darah dan masuk kedalam sel.

Klor (Cl)

Sumber utama klor bagi tubuh adalah garam dapur (NaCl). Kebutuhan klor untuk orang dewasa per hari adalah 750 mg.

Magnesium (Mg)

Fungsi penting magnesium, yaitu sebagai bagian dari enzim, metabolisme asam nukleat, reaksi yang menyangkut karbohidrat, lemak, dan protein, elemen esensial sel terutama mitokondria.

Mineral Mikro

Besi (Fe)

Zat besi dalam tubuh dapat berkombinasi dengan protein sehingga mampu menerima dan melepaskan oksigen dan karbon dioksida. Zat besi merupakan mineral esensial.

Zink (Zn)

Zink merupakan logam yang dapat berada dalam beberapa valensi yang berbeda, tetapi secara umum terdapat dalam bentuk ion divalen.

Yodium (I)

Yodium membantu proses pembentukan hormon dari kelenjar tiroid. Hormon-hormon ini membantu menjaga kesehatan sel dan laju metabolik.

Selenium (Se)

Selenium berperanan penting pada fungsi sistem imun, metabolisme hormon tiroid, dan reproduksi.

Tembaga (Cu)

Tembaga adalah salah satu trace-mineral atau mineral mikro yang penting pada banyak hewan dan tanaman. Tubuh manusia dewasa mengandung tembaga sekitar 50-150 mg.

Folur (F)

Flour berperan dalam mencegah terjadinya kerusakan gigi dan menjaga stabilitas tulang dari kehilangan kalsium. Salah satu sumber flour adalah air minum

Silikon (Si)

Silikon adalah mineral yang dapat dijumpai dengan kadar tinggi pada padi-padian seperti gandum, barley, dan padi.

Molibdenum (Mo)

Molibdenum berperan dalam membantu membuat dan mengaktifkan beberapa enzim yang terlibat dalam perbaikan dan pembuatan materi genetik.

Boron (Bo)

Boron berperan dalam membantu proses penggunaan glukosa, lemak, estrogen, dan mineral lainnya seperti kalsium,

Jenis Mineral

  • Berdasarkan takaran mineral jumlah kebutuhan dalam per hari, mineral dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain :
    1. Major Minerals
    2. Major Minerals atau mineral utama ialah mineral yang dibutuhkannya dalam jumlah yang cukup banyak yaitu sekitar lebih dari 100 mg termasuk diantaranya magnesium, kalsium, kalium, fosfor, sulfur, natrium, dan klorida.
    3. Trace Minerals
    4. Trace Minerals dibutuhkan pada tingkat sekitar kurang dari 100 mg per hari. Terdapat 9 jenis mineral yang termasuk dalam kategori ini, antara lain : zat besi, fluoride, mangan, seng, yodium, selenium, tembaga, molibdenum, dan kromium.
    5. Ultratrace Minerals
    6. Ultratrace Minerals ialah mineral yang ditemukan pada tubuh manusia, namun jumlah kebutuhan mineral jenis ini tidak diketahui. Ini termasuk arsenik, nikel, silikon, boron, serta vanadium.

jadi, mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian pengendalian komposisi cairan tubuh 65%. Untuk pemeliharaan fungsi tubuh, manusia memerlukan mineral dalam jumlah tertentu. Mineral yang dibutuhkan tubuh hingga saat ini dikenal dengan nama mineral makro dan mineral mikro.Intake (asupan) makanan sehari-hari, membantu manusia mendapatkan zat yang diperlukan tubuh.

Dinamakan mineral mikro, karena tubuh hanya memerlukan dalam jumlah kurang dari 100 mg saja. Jumlah yang memang sangat kecil, tapi sudah mencukupi bagi tubuh.

 

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply