Nikmat sihat

Ada sebuah kisah nyata yang dialami oleh orang terkaya di Saudi Arabia. Pada suatu hari, di rumahnya ada acara pesta yang dihadiri oleh banyak pejabat teras di negeri itu. Lalu pada acara itu dia menjadi sorotan banyak orang, karena begitu banyaknya makanan enak yang disajikan pada pesta tersebut tidak disentuhnya, dan di atas piring makanannya cuma tersaji dua buah roti kering layaknya makanan orang miskin.

Lalu spontan dia teriak dengan lantangnya di depan banyak tamu, mengungkapkan isi hati atas penyakit yang dideritanya, bunyi teriakannya sebagai berikut : “Hadirin sekalian, tahukah mahalnya sebuah nilai sehat? Andaikata uang dan kekayaan yang berlimpah ruah yang saya miliki hari ini bisa membeli sehat dan membuat saya makan makanan enak seperti yang disajikan di atas meja. Saya sanggup dan siap membeli setiap satu piring makanan seharga USD$10.000 (setara dengan Rp 90.000.000)” (Dikutip dari Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik, Dr. Husen A. Bajry Md, PHD, hal 201).

Subhanallah… kesehatan tubuh adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Dengan tubuh yang prima seorang mukmin mampu beribadah dengan lebih maksimal. Dia bisa menegakkan shalat dengan lebih baik, berpuasa menunaikan haji dengan penuh semangat, mampu menghadiri majelis ilmu, menolong sesama dengan kekuatan fisiknya, bahkan berjihad. Tentu saja kesehatan jasmani yang baik harus dilandasi keimanan yang kokoh kepada Allah Ta’ala. Kesehatan tanpa diiringi iman sering kali membuat manusia lalai dan sombong bahkan nikmat tersebut bisa mendorongnya untuk berbuat dosa dan maksiat pada Allah Ta’ala.

Islam telah mewasiatkan kepada umatnya agar tidak tertipu dengan nikmat sehat dan waktu luang. Dan Allah juga memerintahkan hambaNya untuk selalu berdo’a agar dihindarkan dari berbagai penyakit.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْبَرَصِ, وَالْجُنُوْنِ ,وَالجُزَامِ,وَمِنْ سَيْءِ اْلأَسْقَامِ

“Ya Allah, sungguh aku  berlindung kepadaNya dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit” (HR Abu Dawud no. 1554, An Nasa’i [VIII/270], Ahmad [III/192], Ibnu Hibban no. 1013 dan lainnya, dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu. Lihat Shahih Al-Jami’us Shaghir [no. 1281]).

Selain berdo’a seorang mukmin perlu berusaha agar badan tetap bugar, serta kesehatan spiritual juga terjaga maka langkah taktisnya adalah mendekatkan diri pada Allah dengan senantiasa meniti jalan hidup orang yang diperintahkan Allah Ta’ala. Orang yang dekat dengan Rabbnya dia  akan merasakan kebahagiaan hati, jiwanya tenteram dan hal ini sangat berpengaruh pada kesehatan jasmaninya. Dengan senantiasa menjalin keakraban dengan Allah melalui berbagai ibadah yang disyari’atkan-Nya dari seorang hamba akan lebih sehat jasmani dan rohaninya.

Begitu pula dengan gaya hidup, usahakan menjauhi hal-hal yang merusak  kesehatan, konsumsi makanan dan minuman bernutrisi, pola makan seimbang, mengkonsumsi madu juga sangat bagus untuk kesehatan, perbanyak sayur dan buah-buahan. Selain itu hindari stres yang berlebihan dengan berpikir Islami lagi positif. Dengan menjauhi berbagai penyakit hati seperti iri, dengki, hasad, berprasangka buruk, was-was dan lain-lain insyaallah Anda akan memiliki ketahanan tubuh yang maksimal dan ketahanan mental spiritual yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dengan nikmat sehat yang dioptimalkan dapat membuat anda lebih intens dan fokus beribadah kepada Allah. Peluang dan kesempatan ini jangan disia-siakan dimana banyak orang sangat mendambakan sehat ketika Allah mentaqdirkannya terbaring karena sakit.

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

Sumber : muslim.or.id

No Comments

    Leave a reply