Pemandangan Sugesti Bahagia

Tidak sedikit manusia yang setiap harinya merasakan tekanan dari keluarga, pekerjaan dan urusan lainnya. Mereka yang merasa banyak tekanan pasti akan mencari hal yang bisa membuat mereka bahagia, dan melupakan semua tekanan yang meraka pikul.

Dan tidak bisa dipungkiri banyak orang-orang memilih pemandangan alam yang alami untuk refreshing. Seperti yang Yoseph Edwan tuliskan di blog yang ia buat. Jika anda sedang menyusuri jalan setapak dan melihat tanaman segar, berhentilah sejenak dan hirup aroma serta resapi keberadaannya.

Setelah itu, perhatikan dengan saksama bagaimana perasaan Anda.Pasalnya menurut sains, alam di manapun Anda berada akan membuat perasaan Anda lebih baik.

Sebelumnya diketahui bahwa tinggal di dekat alam memberi dampak positif pada kesehatan jasmani. Kini berdasarkan temuan riset dari Kanada, menghabiskan waktu di luar rumah juga bisa membuka jalan menuju kebahagiaan.

Hal ini ditunjukkan oleh eksperimen yang dirancang oleh mahasiswa doktoral Dr. Holli-Anne Passmore dari University of British Columbia (UBC). Dia adalah bagian dari kelompok yang disebut Tim Bahagia di UBC Okanagan.

“Sebenarnya, jika orang meluangkan waktu untuk meresapi keindahan alam di sekitar mereka, itu akan meningkatkan keseluruhan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka,” kata Passmore.

Untuk mencapai kesimpulan ini, Passmore merancang intervensi dua minggu di mana para peserta diminta untuk mendokumentasikan bagaimana sifat yang mereka hadapi dalam rutinitas sehari-hari mereka, memengaruhi perasaan mereka.

Mereka harus memotret barang yang menarik perhatian mereka dan memberi catatan singkat tentang perasaan mereka. Passmore merekrut 395 mahasiswa UBC yang kemudian dibagi secara acak menjadi tiga kelompok untuk sebuah tugas berdurasi dua minggu.

Satu kelompok diminta untuk mengambil foto benda-benda alam atau pemandangan yang menarik perhatian mereka seperti matahari terbenam yang indah yang diintip dari jendela dapur, atau bunga yang mekar dan mencatat perasaan yang timbul saat melakukan hal tersebut.

Sementara kelompok kedua ditugaskan untuk mengenali reaksi mereka terhadap benda buatan manusia seperti bangunan, atau mesin, kelompok ketiga tidak disuruh melakukan pengamatan secara khusus. Kelompok ketiga bertindak sebagai kontrol.

Untuk tugas-tugas yang diberikan, para peserta tidak diminta untuk sengaja menjelajah lingkungan. Melainkan setiap adegan atau objek yang terlihat saat mereka melakukan aktivitas normal sehari-hari.

“Ini bukan tentang menghabiskan waktu berjam-jam di luar rumah atau berjalan-jalan di padang rumput. Melainkan lebih seperti pohon di halte bus di tengah kota dan efek positif yang bisa diberikannya pada orang-orang,” rinci Passmore kepada Science Daily (3/11).

Passmore mengatakan bahwa dia “tercengang” tidak hanya pada tanggapan dari 395 peserta penelitian dengan lebih dari 2.500 kiriman foto dan deskripsi tentang emosi, juga oleh dampak alam terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Hal lain yang tak kalah mengejutkan adalah, selain kesejahteraan pribadi, alam tampaknya memainkan peran “prososial”. Tingkah laku yang membuat orang memiliki keinginan untuk berbagi perasaan mereka tentang benda-benda alam, dan untuk menekankan nilai yang dihasilkan benda-benda tersebut bagi masyarakat.

“Perbedaan dalam kesejahteraan peserta kebahagiaan, meningkatnya rasa, dan tingkat hubungan mereka dengan orang lain, tidak hanya dengan alam secara signifikan lebih besar dari pada peserta dalam kelompok yang mengamati objek yang dibangun oleh manusia dan kelompok kontrol,” ujar Passmore.

Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa tinggal dekat dengan alam memberi efek baik pada organ otak. Bagian bernama Amigdala area berbentuk seperti kacang almon yang memiliki peran utama dalam pengolahan memori, dan reaksi emosional terlihat lebih sehat pada orang yang tinggal dekat dengan alam.

Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di area pusat perkotaan bagian ini, amigdala terlihat memiliki aktivitas yang lebih tinggi. Kondisi yang dapat berujung pada kerentanan akan stres. Melihat pemandangan membuat kinerja mata lebih normal.

Seperti kata salah satu indikator mata sehat menurut Brian S. Boxer Wachler, MD, praktisi kesehatan dari WebMD Foundation, bisa dilihat dari kedipannya. Saat mata berkedip, kelopak mata turut membantu mata melumasi bola mata, sehingga tetap berfungsi secara normal.

Selain melihat pemandangan secara langsung, ternyata melihat pemandangan melalui photo dan video juga memiliki manfaat, yaitu rasa damai dan bahagia.

Seperti yang dilansir dari laman Medical Daily, psikolog Dacher Keltner, yang juga bagian dari studi, melihat pemandangan alam dan hawa positif melalui gambar di video, dapat memberi rasa damai dan bahagia.

Dengan adanya keindahan akan membuat perasaan menjadi tenang dan tentram. Seperti yang diungkapkan Akbar dalam website yang dia buat.

Seharusnya kita lebih baik refreshing dengan melihat keindahan alam. Hal ini dapat memunculkan inspirasi yang sungguh luar biasa. Bahkan akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan inspirasi.

Jadi, melihat pemandangan bukan hanya sekedar membuat otak kita menjadi lebih fresh. Melainkan juga memliki manfaat lain yang dapat terlihat secara langsung atau tidak.

Sumber : qureta.com

Tags: , ,

No Comments

    Leave a reply