Perempuan dan Kehormatan

Perempuan itu memang rumit, perempuan harus memiliki pertahanan diri agar ia selamat dari godaan-godaan syahwat. Sedikit saja salah mengambil langkah, maka bisa tersesat.

Seperti yang kita ketahui bahwa penghuni neraka akan didominasi oleh kaum perempuan. Maka dari itu, perempuan harus sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia.

Perempuan adalah makhluk tuhan yang selalu dimuliakan. Menjadi seorang perempuan banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah menutup aurat. Ini termasuk dalam hal tersulit bagi perempuan untuk dipatuhi.

Banyak faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan tersebut, seperti kurangnya kesadaran diri terhadap kewajiban menutup aurat, lingkungan yang tidak lekat dengan religi sehingga akan memengaruhi, orangtua yang tidak membiasakan anaknya, kemajuan zaman yang makin modern serta terkena arus budaya barat, dan masih banyak lainnya.

Pada intinya, penyebab terbesar adalah dari diri sendiri. Seharusnya kita bisa memunculkan motivasi dari dalam diri untuk menutup aurat dan juga berusaha menemukan motivasi eksternal seperti mendengarkan ceramah, mengikuti kajian muslimah, dan lain-lain yang bisa memperkuat iman.

Kadang tebersit di pikiran sebagian orang, kenapa bagian aurat perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Ada yang menganggapnya tidak adil dan merasa iri dengan aurat laki-laki yang hanya sebagian tubuh. Padahal, tujuan Allah menyuruh perempuan untuk menutup seluruh bagian tubuhnya adalah untuk menjaga dari hal-hal yang tidak baik.

Saat perempuan menampakkan auratnya, bisa saja mengundang perhatian atau bahkan nafsu dari para lelaki. Saking Allah menjaganya, aurat perempuan hanya boleh diperlihatkan untuk seorang yang menjadi makhramnya.

Dalam kenyataannya, banyak orang yang hanya sekadar menutupi namun sebenarnya masih menunjukkan bentuk tubuhnya. Contohnya seperti celana ketat, baju ketat, dan kerudung yang tidak menutupi dada. Itu semua percuma karena makna yang sebenarnya dari menutup aurat adalah menutup dan melindungi bagian tubuh agar tidak terlihat bentuknya.

Alangkah baiknya kita memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama agar tidak salah arti. Khawatirnya, apa yang sudah kita terapkan selama ini malah sia-sia karena tidak sesuai dengan syariat.

Semua manusia memang perlu proses, tidak mudah untuk langsung berubah drastis. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu memperbaiki diri, karena pada dasarnya manusia selalu berproses setiap harinya. Kitalah yang menentukan apakah proses tersebut mengarah pada hal yang positif atau justru negatif.

Tuhan akan menghargai jika kita sedikit demi sedikit menerapkan syariat islam, namun harus diiringi niat yang kuat agar kita bisa benar-benar sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan. Tekad yang kuat akan membuat kita bersungguh-sungguh sehingga akan terasa lebih mudah dan cepat untuk bisa menerapkan syariat islam.

Jika niat kita tidak matang, maka akan sulit untuk mencapai tujuan dan mungkin akan memakan waktu yang lama untuk mencapainya.

Islam selalu mengistimewakan para perempuan dengan adanya aturan-aturan yang mengikat. Mungkin terlihat rumit, namun sebenarnya aturan tersebut akan membuat hidup lebih terarah.

Sejak perempuan dilahirkan hingga ia beranjak dewasa, ia harus menjaga kehormatannya. Di AlQuran disebutkan bahwa perempuan adalah perhiasan dunia. Karena perempuan itu bukan hanya dilihat dari parasnya, tetapi juga dari hatinya. Seseorang yang memiliki inner beauty pasti memiliki akhlak yang baik.

Ketika seorang perempuan mendapat anugrah dari Allah swt. berupa keelokan fisik, bakat-bakat yang luar biasa, atau bahkan harta yang berlimpah, perempuan harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai itu membuat perempuan lalai dan malah menggunakannya untuk menarik simpatik dari para lelaki.

Maka dari itu, berat bagi seorang perempuan untuk menjaga diri jika tidak dilandasi dengan iman yang kuat. Bayangkan jika semua perempuan mengikuti syariat islam, betapa sejuknya melihat pemandangan perempuan-perempuan salihah bertebaran di bumi.

Begitu pula saat menjadi seorang istri, perempuan akan mempunyai peran baru yang jauh berbeda dari sebelum ia menikah. Kalau sebelumnya ia hanya bertanggung jawab atas dirinya, membuat segala keputusan dari diri sendiri, maka setelah menikah ia mempunyai kewajiban untuk mematuhi suaminya. Segala sesuatu yang ia lakukan pun akan bergantung pada keputusan suaminya.

Jika dibayangkan, mungkin akan terasa tidak bebas. Tapi jika kita berhasil menaati suami, berarti kita telah berhasil membukakan pintu surga untuk kedua orang tua. Masya Allah. Jika memang terasa berat karena kehidupan kita akan dibatasi oleh suami, maka sesuailah dengan balasan yang Allah janjikan tersebut.

Kelak perempuan pun akan menjadi seorang ibu. Betapa besarnya perjuangan perempuan saat mengandung selama kurang lebih 9 bulan. Tidak mudah untuk menanggung dua nyawa sekaligus dalam satu tubuh.

Perempuan itu identik dengan hati yang lembut dan penuh dengan kasih sayang. Mereka memiliki perasaan yang halus sehingga perempuan cenderung menggunakan perasaan ketimbang logikanya. Berbeda dengan laki-laki yang justru sebaliknya. Maka saat mengandung, ia akan merawat dan menjaga dengan ketulusan hatinya hingga waktu persalinan tiba.

Proses melahirkan tentu tidaklah mudah. Perempuan berjuang sekuat tenaga demi anaknya. Ia rela mengorbankan nyawanya untuk anaknya. Namun semua rasa sakit yang dialaminya akan sirna ketika melihat atau mendengar suara bayi yang telah dikandungnya selama itu.

Allah memang menakdirkan perempuan untuk mengandung dan melahirkan. Allah menciptakan perempuan untuk melahirkan manusia-manusia yang kelak akan mengisi dunia dengan berbagai macam karakteristik.

Seorang ibu juga menjadi pendidikan pertama bagi anaknya, membimbing anaknya sejak dini agar nantinya menjadi anak yang saleh dan salihah.

Betapa pentingnya peran ibu dalam hidup. Maka dari itu Rasulullah menyuruh kita menghormati ibu bahkan sampai menyebutkannya sebanyak tiga kali. “Surga di bawah telapak kaki ibu.” Itulah kata-kata yang sering kita dengar.

Jika kita perdalam maknanya, itu berarti kita harus menghormati ibu, menghargainya, dan menurut kepadanya. Jangan sesekali membangkang. Celakalah kita jika berani melawannya dan menyakiti hatinya.

Begitulah siklus perempuan. Dalam hidupnya, ia akan menjadi harta berharga bagi kedua orang tua. Lalu setelah menikah, ia mengabdi pada suaminya untuk mendapatkan rida Allah swt. Saat mempunyai anak, ia akan menjadi guru bagi anak-anaknya.

Sebagai perempuan, janganlah mengeluh. Kita harusnya bangga menjadi perempuan, apalagi jika bisa melaksanakan semua kewajiban sebagai perempuan muslimah dengan baik.

Sumber : qureta.com

Tags: , ,

No Comments

    Leave a reply