Tanda Hari kiamat

Dengan segala sifat ke Maha an-Nya, Allah Ta’ala telah menciptakan alam semesta ini, dan kelak Allah Ta’ala pula yang akan menghancurkannya. Sebelum alam semesta beserta seluruh isinya ini benar-benar hancur, Allah Ta’ala akan memberi tanda-tandanya terlebih dahulu agar para makhluknya dapat mempersiapkan diri akan datangnya kehancuran tersebut. Allah Ta’ala juga memberikan gambaran mengenai kedasyatan hari kiamat tersebut. Selain itu, Rasulullah SAW pun juga meriwayatkan mengenai tanda-tanda kehancuran ini, dan kehancuran ini akan terjadi kelak di akhir zaman.

Di dalam Q.S Al-Qamar: 1 Allah Ta’ala berfirman yang artinya ”Telah dekat (datangnya) Kiamat, dan telah terbelah bulan.”. Ada juga menurut suatu riwayat, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya Kiamat itu hampir saja mendahului aku.”. Dari ayat dan hadis di atas, bisa kita katakan bahwa datangnya hari kiamat itu sudah sangat dekat, dan bahkan pada waktu kehidupan Rasulullah SAW saja hari kiamat sudah hampir mendahuluinya lalu apa lagi di zaman kita ini. Maka dari itu bisa dikatakan bahwa manusia yang hidup sekarang ini telah mendekati akhir zaman.

Rasulullah SAW dalam beberapa hadis telah meriwayatkan akan huru-hara yang akan terjadi pada akhir zaman, yang sebagian telah terjadi sekarang ini. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya Islam bermula merupakan sesuatu yang asing, dan akan kembali menjadi asing seperti semul. Maka berbahagialah orang-orang yang asing. Rasul ditanya, ‘Siapakah orang-orang yang asing itu?’ Beliau menjawab, ‘Kabilah-kabilah yang jauh (terasing).’”.

Dari hadis ini kita dapati bahwa memang di zaman sekarang ini Islam yang ada di jazirah Arab sudah semakin pudar. Segelintir orang berusaha untuk menyamakan pandangan mengenai cara keberagamaannya dengan mengusung paham Wahabi, dan sebagian besar orang yang lain seakan hanya memakai agama Islam sebagai simbol semata dan lebih mementingkan urusan duniawi.

Pada kenyataannya orang-orang yang hidup di jazirah Arab tidak se-khusyuk apa yang dibayangkan orang-orang di negara lain. Orang-orang di jazirah Arab juga gemar bermain perempuan, berjudi, minum-minuman keras dan perbuatan-perbuatan lain yang sebenarnya dilarang agama. Oleh karenanya benar yang dikatakan dalam hadis tersebut bahwasannya orang-orang yang jauh dari jazirah Arab, yaitu tempat lahirnya Islam akan lebih berkurang kekhafirannya. Buktinya, di Indonesia sendiri wahlaupun kekhafiran mungkin juga merajalela di negara ini, namun tidak separah di negara asal Islam sendiri.

Ada pula hadis lain dalam Shahih Al-Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang artinya:
“Bahwasannya seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Kapan terjadinya Kiamat?’ Rasul menjawab, ‘Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah terjadinya Kiamat.’ Badui bertanya pula, ‘Ya Rasul Allah, bagaimanakan disia-siakannya amanat itu?’ Rasul menjawab ‘Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah terjadinya Kiamat.’”.

Di zaman sekarang ini contoh nyata dari amanat yang telah disia-siakan tersebut adalah para pemimpin yang sedang berkuasa. Hal tersebut dikarenakan pemimpin jaman sekarang sebelum dia terpilih menjadi peminpin maka dia akan menampakkan sisi kebaikannya dan keburukannya ditutupi serapat mungkin. Namun setelah dia terpilih dan mendapat amanat dari rakyat untuk memimpin mereka, justru pemimpin ini malah menghianati amanat tersebut dengan malah menyengsarakan rakyatnya dan bukan mengayomi mmereka.

Selain itu ada hadis yang meriwayarkan mengenai sepuluh tanda-tanda sebelum datangnya hari Kiamat. Sepuluh tanda-tanda ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dalam riwayat Imam Ahmad, dari Hudzaifah bin Asad, dia berkata: Nabi SAW tiba-tiba muncul dihadapan kami ketika kami sedang membicarakan Kiamat, beliau bersabda yang artinya:
“Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami memperbincangkan soal Kiamat.” Beliau bersabda, “ Sesungguhnya Kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam, Ya’juj Ma’juj, tiga kali tanah tenggelam: tanah tenggelam di timur, tanah tenggelam di barat dan tanah tenggelam di jazirah Arab. Dan akhir dari semua itu adalah api yang muncul dari arah timur, menggiring manusia menuju tempat penghimpunan mereka.”.

Ke sepuluh tanda ini merupakan tanda-tanda besar dan paling akhir sebelum datangnya hari Kiamat.

Selain Ke sepuluh tanda besar di atas, ada tanda besar lain sebelum datangnya hari Kiamat, yaitu kedatangan al-Mahdi as. Diriwayatkan dari Iman Ali as yang artinya:
“Al-Mahdi adalah seorang laki-laki dari kami dari anak keturunan Fathimah.”, “Ia mengenakan perisai hikmah dan berpegang pada etikanya. Dialah yang terakhir dari semua hujah-Nya. Dialah seorang khalifah di antara para khalifah anbiya’.”

Dari hadis ini dapat diketahui bahwasannya al-Mahdi merupakan seorang laki-laki pilihan Allah Ta’ala yang terakhir dari anak keturunan Fathimah. Beliau dipilih oleh Allah Ta’ala untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi ini sebelum datangnya hari penghancuran. Beliau merupakan sosok pemimpin yang jujur dan adil dalam bertindak dan beliau juga akan menghidupkan kembali al-Qur’an dan hadis setelah bumi ini dipenuhi oleh kezaliman.

Didalam al-Qur’an telah dijelaskan mengenai akhir dari penciptaan ini dengan gambaran akan terjadinya sesuatu yang maha dasyat. Kedasyatan dari akhir pencintaan ini adalah Kiamat. Dalam Q.S al-Haqqah: 13-16 yang artinya:

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.”

Penafsiran dari ayat ini yaitu, kita tahu bahwa ketika sangkakala ditiup sekali tiup maka alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur dan penghancuran ini berlangsung secara sepat, secepat penciptanannya dahulu.

Dari sini dapat disimpulkan bahwasannya tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan serta mengetahui waktu datangnya Kiamat melainkan Allah Ta’ala. Namun yang pasti di sini adalah Kiamat itu sudah semakin dekat, dan manusia yang hidup sekarang ini sudah mendekati akhir zaman. Manusia hanya bisa mengetahui tanda-tandanya saja melalui al-Qur’an dan hadis. Jika hari penghancuran itu telah tiba, maka tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya, tidak ada jalan untuk kembali dan yang ada hanyalah jalan menuju peristirahatan terakhir di sisi Allah Ta’ala untuk mempertanggungjawabkan semua tindakannya mereka. Oleh karenanya Allah Ta’ala dan Rasul-Nya memerintahkan umatnya agar segera bertaubat dan melakukan amal-amal saleh sebelum terjadinya hari penghancuran yang maha dasyat tersebut.

Sumber:Qureta.com

No Comments

    Leave a reply