Keberadaan Tuhan di Mata Ateis

Ini Jawaban Stephen Hawking

Tidak heran ketika fisikawan Stephen Hawking mengatakan bahwa dia tidak percaya bahwa tuhan itu ada. Menurut Hawking, segala kehidupan dan kejadian di alam semesta dapat dijelaskan melalui sains. Akan tetapi, setelah dia berpendapat bahwa tuhan sebenarnya tidak ada, orang-orang mulai meragukannya.

Saat orang bertanya kepada Hawking, “Apakah tuhan yang menciptakan alam semesta?” Hawking menjawab, “Pertanyaan itu tak masuk akal. Waktu masih belum terbentuk sebelum Big Bang, jadi tak ada waktu bagi tuhan untuk menciptakan alam semesta.”

Orang-orang telah mengetahui jika Hawking adalah seorang ateis. Karena itu, dia ingin menjelaskan pendapat dia mengenai Tuhan dan alam semesta melalui tulisannya dalam bukunya yang berjudul The Grand Design pada 2010.

Kecerdasan Hawking memang tidak bisa diragukan lagi dan telah diakui oleh masyarakat luas. Bahkan orang-orang mengatakan bahwa dia adalah salah satu orang paling cerdas yang ada di bumi dan pantas mendapat penghormatan yang tinggi. Karena pemikiran-pemikirannya sangat berpengaruh besar di bidang sains.

Menurut Hawking, Tuhan hanyalah sebuah kesenjangan yang mengganggu hidup kita. Bahkan menurutnya manusia sebenarnya tidak memerlukan keberadaan Tuhan dan segala teori tentang keberadaan Tuhan dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.

Dalam bukunya, Hawking pernah menulis, “Ketidaktahuan adalah cara alam yang menyebabkan orang di zaman kuno menciptakan dewa sebagai tuan atas semua aspek kehidupan manusia.”

“Ilmu pengetahuan saat ini telah menjelaskan bagaimana keberadaan Tuhan atau Dewa,” ujar Hawking. Dia menganggap bahwa segala kekuatan Tuhan atau Dewa sebenarnya berasal dari alam, dan akan lebih tepat jika manusia memahami dunia serta alam semesta dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Pemikiran orang-orang yang menganggap bahwa alam semesta dibentuk atas kehendak Tuhan ternyata menjadi sesuatu yang sangat mengganggu bagi para ateis, termasuk Hawking. Bahkan untuk membuktikan bahwa tidak ada kaitanyya dengan Tuhan dalam pembentukan dunia, Hawking membuat beberapa teori melalui sains.

Pertama, dia membuat teori ruang dan waktu. Namun, ketika teori ruang dan waktu tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan besar, maka teori ruang dan waktu mulai diragukan oleh orang-orang. Hawking mengubah pandangannya dan mengeluarkan teori baru yang mengatakan bahwa hukum gravitasi alam semesta yang membuat alam menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan.

Menurutnya, penciptaan alam semesta tidak memerlukan keberadaan tuhan. Penciptaan alam semesta merupakan penciptaan secara spontan adalah jawaban dari mengapa alam semesta itu ada.

Namun Tim Radford, seorang jurnalis sains, menentang teori ini. Radford mengatakan bahwa hukum kuantum dan fisika relativistik merupakan hal yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Namun, dengan mengatakan bahwa teori ini dapat menggantikan keberadaan Tuhan adalah hal yang mustahil.

“Gaya ini tidak dapat diidentifikasi oleh instrumen atau dipahami dengan matematika. Namun seluruhnya mengandung kemungkinan mencakup zat yang Maha Tahu, Maha Hadir dan Maha Kuasa (Tuhan), dan itu adalah sebuah misteri besar,” kata Radford.

Hawking juga pernah mengatakan bahwa surga dan neraka itu tak ada dan tak lebih dari cerita dongeng. Well, mungkin sekarang dia bisa mengecek sendiri kebenaran teorinya.

Dua hal yang tidak dipercayai oleh Hawking, yaitu Tuhan dan mukjizat. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa kedua hal ini adalah konsep determinisme ilmiah yang menyiratkan bahwa tidak ada keajaiban atau mukjizat kecuali untuk hukum hukum alam.

Hawking percaya bahwa hukum alam tidak bisa dilanggar dan melanggar dengan cara apa pun. Dengan demikian, kesimpulan yang dia ungkapkan adalah Tuhan dan kitab suci merupakan sesuatu yang tidak diakui eksistensinya.

Dalam bukunya yang berjudul Brief Answer to Big Questions, Hawking mengatakan, “Saya tidak punya keinginan untuk menyinggung siapa pun yang beriman, tapi saya pikir sains memiliki penjelasan yang lebih meyakinkan daripada Pencipta maha Hebat.”

“Jika Anda menerima, seperti yang saya lakukan, bahwa hukum-hukum alam adalah konstan, maka tidak perlu waktu lama untuk bertanya: Peran apa yang ada untuk Tuhan?” sambungnya.

Selama hidupnya, Hawking mengembangkan dan mempopulerkan teori Big Bang miliknya. Teori tersebut membuat gagasan bahwa alam semesta dimulai dengan ledakan yang tiba-tiba keluar dari singularitas untradense yang lebih kecil dari atom.

Ledakan tersebut adalah awal mula munculnya semua materi, energi, dan ruang kosong yang pernah ada di alam semesta. Semua bahan mentah tersebut berevolusi menjadi kosmos yang kita rasakan hari ini, mengikuti serangkaian hukum ilmiah yang ketat.

Menurut Hawking, banyak ilmuwan yang berpikir sama dengan dirinya. Karena ilmuan lain juga menggali teori-teori mengenai pembentukan alam semesta, dan sainslah yang menjelaskan hal tersebut, bukan karena Tuhan.

“Jika Anda suka, Anda bisa mengatakan hukum alam adalah karya Tuhan, tetapi itu lebih merupakan definisi Tuhan dibanding bukti keberadaannya,” tulis fisikawan asal Inggris itu.

Sumber : qureta.com

No Comments

    Leave a reply